RSUD Wonosari Gunung Kidul tingkatkan produksi oksigen

RSUD Wonosari Gunung Kidul tingkatkan produksi oksigen

Ilustrasi - RSUD Wonosari mendirikan tenda darurat untuk melayani pasien umum karena ruang IGD penuh. ANTARA/Sutarmi

ditingkatkan menjadi 7,7 juta liter per bulan
Gunung Kidul (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Wonosari Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkatkan produksi oksigen dari enam juta liter per bulan menjadi 7,7 juta liter per bulan untuk mengantisipasi peningkatan pasien terkonfirmasi COVID-19 yang membutuhkan bantuan oksigen.

Direktur RSUD Wonosari Heru Sulistyowati di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan sampai saat ini ketersediaan oksigen bagi pasien masih aman.

"Generator yang dimiliki RSUD Wonosari mampu memproduksi enam juta liter oksigen per bulan. Saat ini, kemampuannya sudah ditingkatkan menjadi 7,7 juta liter per bulan, menyesuaikan kebutuhan pasien," kata Heru Sulistyowati.

Ia mengakui kebutuhan bisa melebihi dari ketersediaan yang ada. Ia mencontohkan saat pekan lalu terdapat 52 pasien COVID-19 yang membutuhkan setidaknya 24 ribu liter oksigen per pasien per hari.

"Jadi sangat tergantung pada kebutuhan dan kondisi pasien, oksigen juga dibutuhkan saat penanganan operasi," katanya.

Baca juga: Pasien COVID-19 di Gunung Kidul kembali pecahkan rekor harian
Baca juga: Gunung Kidul berlakukan surat bebas COVID-19 bagi wisatawan luar DIY


Heru mengatakan pihaknya kini tengah mengupayakan peningkatan (upgrade) alat. Namun proses itu memerlukan waktu lantaran alatnya harus diimpor dari luar negeri.

"Kami menyiapkan anggaran untuk proses upgrade itu mencapai Rp1,5 miliar. Nantinya peningkatan tersebut bisa menaikkan kapasitas produksi jadi 12 juta liter oksigen per bulan. Saat ini sudah kami pesan alatnya, namun tentunya perlu proses," kata Heru.

Sementara itu, Direktur RSUD Saptosari Eko Darmawan menyatakan sampai saat ini pihaknya masih mampu memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien. RSUD Saptosari juga jadi satu dari dua rujukan COVID-19 utama di Gunung Kidul.

"Sejauh ini masih teratasi, namun persediaannya tetap tergantung dari penyuplai oksigen," kata Eko.

Baca juga: Puluhan tenaga kesehatan RSUD Wonosari Gunung Kidul terpapar COVID-19
Baca juga: Pemkab Gunung Kidul mulai kekurangan SDM dalam penanganan COVID-19
Baca juga: Pemkab Gunung Kidul dirikan 92 titik tempat penampungan sementara


Pewarta: Sutarmi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Vaksinasi cegah antraks pada hewan ternak

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar