SAR Kupang kerahkan 17 personel cari dua nelayan hilang di Sabu Raijua

SAR Kupang kerahkan 17 personel cari dua nelayan hilang di Sabu Raijua

Ilustrasi - Kapal SAR Kupang KN Antareja saat bertolak dari Pelabuhan Navigasi Tenau, Kota Kupang, NTT. ANTARA/Kornelis Kaha.

Kupang (ANTARA) - Kantor SAR Kupang mengerahkan sebanyak 17 personel untuk mencari dua orang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Kolorae, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

"Tim kami dengan kapal sudah menuju ke Sabu Raijua untuk melakukan pencarian setelah kami menerima laporan dari Camat Raijua terkait hilangnya dua nelayan di daerah itu," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Emi Frizer ketika dihubungi, Senin.

Ia menjelaskan dua nelayan laki-laki masing-masing bernama Hahe Tapi (61) dan Gotif Goe Dogi (64) dilaporkan hilang sejak pergi mencari ikan di Perairan Kolorae sekitar Pulau Raijua.

Keduanya berangkat untuk melaut, pada Sabtu 3 Juli 2021, dengan menggunakan sampan fiber berwarna biru.

Baca juga: Seorang nelayan hilang kontak di perairan Bintan ditemukan selamat

Baca juga: Kapal terbalik sebabkan tiga nelayan hilang di laut Garut


Dari informasi yang diperoleh, kedua nelayan melepas pukat paling jauh dari pesisir sekitar 6 mil sehingga luput dari perhatian nelayan lain yang ikut melaut bersama.

Nelayan setempat sudah berinisiatif melakukan pencarian di perairan menuju ke arah Pulau Sumba, namun belum berhasil ditemukan.

Emi Frizer mengatakan pihaknya menerima laporan terkait hilangnya dua nelayan tersebut pada Senin (5/7) Pukul 06.50 WITA dan langsung berkoordinasi untuk mengerahkan tim ke lapangan.

"Tim pencarian sebanyak 17 orang sudah diberangkatkan dengan kapal SAR dilengkapi plasar laut menuju Sabu Raijua dengan jarak 108 mil laut dari Pelabuhan Navigasi Kupang," katanya.*

Baca juga: Polisi: Jasad mengapung di Kepulauan Seribu adalah nelayan yang hilang

Baca juga: DFW Indonesia: 83 nelayan hilang di laut selama enam bulan terakhir

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mata Indonesia: Berdaya dengan rumput laut - Bagian 1

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar