Sejumlah RS di Surabaya tutup sementara layanan IGD

Sejumlah RS di Surabaya tutup sementara layanan IGD

Ilustrasi - Suasana di depan IGD RSUD dr Soetomo Surabaya pada akhir Juni 2021. (ANTARA/Hanif Nashrullah)

Surabaya (ANTARA) - Sejumlah rumah sakit di Kota Surabaya menutup sementara layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam sepekan terakhir akibat ruang perawatan untuk pasien COVID-19 penuh.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jawa Timur dr. Dodo Anondo saat dikonfirmasi di Surabaya, Senin membenarkan banyak rumah sakit yang menutup layanan IGD karena terlalu banyaknya pasien, khususnya yang terpapar COVID-19.

"Tapi, bukan tutup untuk seterusnya, hanya sementara. Istilahnya pola yang dipakai pola buka tutup. Kalau ada pasien yang sembuh dan keluar rumah sakit, pasien baru bisa masuk," ujarnya.

Dari data yang dihimpun, rumah sakit yang menutup layanan IGD, antara lain Rumah Sakit Islam Jemursari, Rumah Sakit Islam Ahmad Yani, Rumah Sakit Royal dan Rumah Sakit Wiyung Sejahtera.

Selanjutnya, Rumah Sakit Primasatya Husada Citra (PHC), Rumah Sakit Adi Husada Undaan, Rumah Sakit Adi Husada Kapasari, Rumah Sakit Premiere, Rumah Sakit National Hospital, Rumah Sakit Al Irsyad, Rumah Sakit Gotong Royong, Rumah Sakit RKZ serta Rumah Sakit William Booth.

Menurut Dodo, penutupan IGD dilakukan untuk melindungi tenaga kesehatan yang bekerja sekaligus agar pelayanan rumah sakit tetap maksimal.

"Penutupan juga untuk melindungi tenaga kesehatan karena jumlahnya terbatas dan saat ini banyak yang terpapar COVID-19," kata dia.

Sementara itu, Direktur RS William Booth dr. T.B. Rijanto, dalam suratnya kepada Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebut RS William Booth menutup layanan IGD sejak 29 Juni 2021.

Penutupan layanan IGD karena banyaknya pasien COVID-19 yang dirawat, sedangkan tenaga kesehatan terbatas.

Sejak 28 Juni 2021, Rijanto menyebut ada 24 tenaga kesehatan di RS William Booth Surabaya yang terpapar COVID-19, dan dari jumlah itu terdapat 15 tenaga kesehatan, di antaranya dirawat di rumah sakit tersebut.

"Bahkan, sembilan orang dari 15 orang tenaga kesehatan yang dirawat di RS William Booth terpaksa ditempatkan di IGD karena ruang isolasi penuh," tutur dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Layanan Medis dan Keperawatan RSI Jemursari dr. Dyah Yuniati menambahkan tempat tidur perawatan di RSI Jemursari sudah penuh dengan pasien COVID-19.

"Sebanyak 130 tempat tidur sudah penuh, yang di IGD saja masih ada 16 pasien belum mendapatkan kamar. Kami menutup IGD agar pelayanan maksimal," kata dia.

Pewarta: Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Antisipasi lonjakan pasien, RSUP dr Kariadi tambah ruang isolasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar