Panglima TNI-Kapolri beri dukungan moril kepada tenaga kesehatan

Panglima TNI-Kapolri beri dukungan moril kepada tenaga kesehatan

Warek Universitas Pancasila Novi Yantih, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Rektor UP, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno usai meninjau vaksinasi di UP Jakarta. (ANTARA/Foto: Feru Lantara)

Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi dan dukungan moril kepada tenaga kesehatan yang telah bekerja siang dan malam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan melaksanakan percepatan vaksinasi.

"Saya dan Kapolri datang untuk memberikan apresiasi dan dukungan moril serta ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang bekerja siang dan malam tanpa mengenal hari libur, Sabtu Minggu mereka masuk termasuk hari kerja," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di Universitas Pancasila Jakarta, Senin.

Baca juga: Panglima TNI semangati tenaga kesehatan yang layani vaksinasi

Panglima TNI dan Kapolri tiba di Universitas Pancasila mendapat sambutan hangat oleh Rektor Universitas Pancasila (UP) Prof. Dr. Edie Toet Hendratno beserta para wakil rektor. Panglima TNI dan Kapolri menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi dan menyapa sejumlah peserta vaksin yang hadir. Tak lupa, mengingatkan untuk tetap menjaga protokol kesehatan setelah vaksin.

Dalam kunjungan yang kedua kalinya Marsekal Hadi menyempatkan memberi sambutan di Sentra Vaksinasi COVID-19 UP dalam sambutannya Marsekal Hadi mengucapkan terima kasih kepada UP dan seluruh pihak yang telah membantu percepatan vaksinasi ini.

Kapolri Listyo Sigit juga memberikan apresiasi kepada civitas akademika Universitas Pancasila dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam vaksinasi massal yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dan mahasiswa tersebut.

"Untuk mempercepat akselerasi vaksinasi dalam rangka mencapai herd immunity tentunya kita berharap selain tenaga kesehatan dari Dinkes dan TNI Polri maka rekan-rekan dari civitas akademika, relawan-relawan dari universitas-universitas, organisasi kepemudaan dan mahasiswa untuk bisa terlibat langsung dalam kegiatan akselarsi percepatan vaksinasi," katanya.

Sehingga lanjut Kapolri target dari Presiden Jokowi segera bisa tercapai dengan dilaksanakan percepatan vaksinasi dengan target ke depan pada Agustus, yaitu mencapai 2 juta dalam sehari betul-betul bisa tercapai.

Rektor UP, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno menegaskan, pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah, seperti dalam hal percepatan program vaksinasi ini.

"Setiap Universitas itu punya kewajiban yang namanya pengabdian sosial pada masyarakat di samping pendidikan dan pelatihan," katanya.

Disamping itu Sentra Vaksninasi COVID-19 UP mendapat bantuan Dokter dan tenaga medis dari Skadik 504 TNI @skadik_504 sebanyak 14 dokter dan 13 paramedis serta bantuan dari Polri sebanyak 1 dokter dan 24 paramedis demi percepatan vaksinasi COVID-19, sebagai upaya membendung penyebaran COVID-19.

Setelah mendapatkan bantuan tenaga medis dari TNI dan Polri, Sentra Vaksinasi COVID-19 UP menargetkan 12.000 jiwa divaksinasi sampai tanggal 8 Juli 2021. Selama 4 hari ke depan dimulai dari 5 Juli hingga 8 Juli 2021 ditargetkan 8.000 jiwa akan divaksin, yang sebelumnya dari tanggal 21 Juni hingga 1 Juni 2021 dengan target 4.000 jiwa sudah divaksinasi.

Baca juga: Kapolri ajak sivitas akademika terlibat aktif percepatan vaksinasi
Baca juga: Panglima TNI harapkan 3 juta warga Jakarta Timur tervaksinasi COVID-19

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Peran krusial perguruan tinggi dalam hadirkan inovasi bisnis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar