Dini Asrianti raih Doktor FKG UI predikat cumlaude sempurna

Dini Asrianti raih Doktor FKG UI predikat cumlaude sempurna

drg. Dini Asrianti meraih gelar doktor ke-119 dari Ilmu Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) yang lulus dengan predikat cumlaude sempurna (4.0). (ANTARA/Foto: Humas UI)

Salah satu yang baru dari disertasi ini adalah telah berhasil menghasilkan penelitian di bidang ilmu Endodontik
Depok (ANTARA) - drg. Dini Asrianti meraih gelar doktor ke-119 dari Ilmu Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) dengan predikat cumlaude sempurna, Senin.

Dini meraih gelar itu setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul Potensi Eksosom dari Platelet Rich Plasma (PRP) Dalam Meningkatkan Kemampuan Regenerasi Pulpa (Analisis In-Vitro Viabilitas, Aktivitas Migrasi dan Ekspresi Vascular Endhotelial Growth Factor-A (VEGF-A) Sel Punca Pulpa (HDPSCS)).

Ia lulus dengan predikat cumlaude sempurna (4.0) dengan sidang yang digelar melalui platform zoom dan live streaming di kanal Youtube Dentistry UI.

Baca juga: Fadjroel Rachman raih gelar Doktor Ilmu Komunikasi UI

"Salah satu yang baru dari disertasi ini adalah telah berhasil menghasilkan penelitian di bidang ilmu Endodontik yang pertama kali dapat mengidentifikasi eksosom yang diisolasi dari Platelet Rich Plasma (PRP), serta membuktikan bahwa eksosom dari PRP memiliki potensi dalam menginduksi regenerasi pulpa gigi," kata Dr. Dini Asrianti dalam keterangannya diterima di Depok, Senin.

Sidang Promosi Doktor ini diketuai oleh Prof. Dr. M. F. Lindawati S. Kusdhany, drg., Sp.Pros(K), dekan FKG UI, dengan promotor Prof. Dr. Endang Suprastiwi, drg., Sp.KG(K) dan ko-promotor 1 Dr. Indah Yulianto, dr., Sp.KK(K), dan ko-promotor 2 Dr. Anggraini Margono, drg, Sp.KG(K). Penguji dalam sidang ini adalah Prof. drg. Dewi Fatma Suniarti, M.S., Ph.D, PBO, Dr. Anggraini Barlian, M.Sc, Prof. Dr. Ratna Meidyawati, drg., Sp.KG(K), Prof. drg. Diah Ayu Maharani, Ph.D, dan drg. Lisa Rinanda Amir, Ph.D.

Baca juga: Doktor UI teliti interaksi Ibu-Anak pada anak 'down syndrome'

Dalam disertasinya, Dr. Dini Asrianti membahas bahwa sampai saat ini perawatan pilihan inflamasi pada pulpa gigi atau pulpitis adalah pengambilan jaringan pulpa total dan digantikan dengan bahan sintetik, atau perawatan endodontik. Hal ini disebabkan karena sifat low-compliance dari pulpa gigi yang dianggap sulit untuk beregenerasi.

Perubahan paradigma perawatan endodontik menjadi Regenerative Endodontic Therapy (RET) berkembang beberapa tahun terakhir, dengan dibuktikan bahwa sel punca pulpa gigi ternyata memiliki potensi yang sangat baik untuk beregenerasi dan memperbaiki diri (self- renewal).

Baca juga: Nyayu Aisyah raih predikat doktor termuda FTUI

Free based cell therapy merupakan bagian dari konsep RET yang banyak berkembang menggunakan sekretom dan telah diketahui bahwa eksosom merupakan efektor sekretom. Platelet Rich Plasma (PRP) merupakan sekretom darah yang banyak digunakan di bidang RET, namun keberhasilan klinisnya tidak sebanding dengan keunggulan secara in vitro. Ia menjelaskan bahwa isolasi eksosom dari PRP lebih berpotensi dalam menginduksi proses regenerasi pulpa.

Hal itu telah dibuktikan sebelumnya bahwa eksosom dengan keunggulan dapat membawa micro RNA (miRNA) dan bisa bekerja langsung pada sel target, dengan cepat meregulasi sel melalui DNA, sehingga proses inflamasi dapat ditekan dan proses regenerasi terinduksi.

"Keunggulan ini diharapkan dapat menjembatani kesulitan dalam menginduksi pulpa untuk beregenerasi, serta mencegah perkembangan pulpitis menjadi irreversible," katanya.

Baca juga: UI kukuhkan tiga guru besar FKUI

Baca juga: UI terima 4.229 mahasiswa baru melalui SIMAK

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

"Ngopi" sambil belajar bahasa isyarat di kedai Kopi Tuli

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar