Batam pasok 7 isotank oksigen untuk kebutuhan pasien COVID-19 di Jawa

Batam pasok 7 isotank oksigen untuk kebutuhan pasien COVID-19 di Jawa

GM Samator Batam Trisakti. ANTARA/ HO-Dok pribadi.

Batam (ANTARA) - Industri oksigen di Kota Batam Kepulauan Riau akan memasok 7 isotank oksigen untuk memenuhi kebutuhan O2 pasien COVID-19 di Pulau Jawa.

"Yang akan masuk dalam waktu dekat ini tujuh isotank," kata GM Samator Batam Trisakti melalui pesan aplikasi di Batam, Kamis.

Perusahaannya selama ini hanya memasok kebutuhan O2 untuk Kota Batam dan kabupaten kota lain di Kepri. Namun, seiring dengan meningkatnya kasus COVID-19 di Pulau Jawa, perusahaannya diminta untuk ikut memasok ke sana.

Pihaknya meningkatkan produksi sekitar 20 hingga 30 persen untuk memenuhi kebutuhan O2 di Pulau Jawa.

"Pembeliannya 'B to B'. Ini arahan dari Jakarta dan pendistribusiannya semua ke rumah sakit," kata dia.

Ia memastikan pengiriman pasokan oksigen ke Pulau Jawa tidak akan mengurangi ketersediaan O2 di Batam.

"Stok kami saat ini masih mencukupi. Stok kami saat ini sekitar 600.000 m3 untuk liquid oksigen. Sekitar 50 isotank," kata dia.

Pabriknya tetap beroperasi sehingga pasokan oksigen masih bisa bertambah.

Sebelumnya, Ketua Apindo Kota Batam Rafki Rasyid menyatakan terdapat dua perusahaan produsen oksigen di Batam yang memproduksi dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan Batam dan luar kota.

"Dua perusahaan ini memproduksi oksigen dalam jumlah sangat banyak," kata Rafki.

Ia mengatakan dua perusahaan itu memproduksi oksigen untuk kebutuhan industri dan medis.

Dalam kesempatan yang berbeda, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan kebutuhan oksigen di Batam relatif tercukupi, karena pasien COVID-19 yang membutuhkannya juga relatif sedikit.

"Di Batam banyak pasiennya tidak sampai membutuhkan oksigen. Banyak yang gejala ringan," kata dia.

Baca juga: Pakar ungkap langkah India atasi krisis oksigen

Baca juga: Anies minta produksi oksigen Pulogadung dialihkan untuk medis

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar