Ketum Kadin: Perang lawan pandemi untuk pulihkan kondisi ekonomi

Ketum Kadin: Perang lawan pandemi untuk pulihkan kondisi ekonomi

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid. ANTARA/HO-Kadin/am.

Kita harus memenangi perang melawan pandemi, kita harus memenangi perang melawan keadaan ekonomi saat ini,
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid menyatakan perang melawan pandemi perlu dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka memulihkan kondisi perekonomian saat ini, baik secara nasional maupun internasional.

"Kita harus memenangi perang melawan pandemi, kita harus memenangi perang melawan keadaan ekonomi saat ini," kata Arsjad Rasjid dalam rilis di Jakarta, Kamis.

Arsjad mengingatkan saat ini Indonesia menghadapi dua peperangan sekaligus. Satu adalah perang di bidang kesehatan melawan COVID-19, satu lagi adalah perang melawan keadaan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

Baca juga: Kadin Indonesia targetkan 500.000 eksportir baru berasal dari UMKM

Ketum Kadin Indonesia mengatakan dua perang tersebut sama pentingnya, dan keduanya harus dimenangkan.

Untuk itu, ujar dia, Kadin mengajak semua pihak untuk melihat pandemi Covid-19 dan permasalahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, sebagai musuh bersama.

Ia mengemukakan bahwa untuk menghadapi musuh bersama, dibutuhkan persatuan dari semua pihak sehingga energi bangsa bisa difokuskan untuk memenangkan perang.

Terkait perang di bidang kesehatan, masih menurut dia, Indonesia masih terus melanjutkan program Vaksinasi Gotong Royong.

Baca juga: Bahlil harap Kadin bersinergi tumbuhkan perekonomian Indonesia

Melalui program tersebut, Kadin Indonesia membantu pemerintah mengejar target vaksinasi nasional, tanpa membebani APBN. Namun demikian, program tersebut tidak sepenuhnya sempurna.

"Intinya Vaksinasi Gotong Royong ini kita terus lanjutkan, kita terus dorong. Namun memang harus banyak improvement yang lebih baik lagi. Karena ada ekspektasi bagaimana kontribusi kita," ujarnya.

Selain program vaksinasi, lanjutnya, Kadin Indonesia juga ikut membantu pemerintah, dalam menanggulangi permasalahan kelangkaan tabung oksigen. Hal itu dilakukan dengan cara membantu pengadaan tabung silinder, untuk didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.

Terkait perang melawan ekonomi, Arsjad Rasjid mengatakan semua pihak harus berpikiran positif, bahwa Indonesia mampu keluar dari situasi ekonomi saat ini. Pikiran positif itu menurutnya dapat membuat para investor percaya, sehingga mau menanamkan modalnya di Indonesia.

"Roda ekonomi itu ujungnya duit. Apa kita mencetak uang, apa kita pinjam uang, atau kita ambil uang investor masuk. Bagaimana kita membawa investor masuk, dengan kita berpikir positif," ujarnya.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan kasus harian terkonfirmasi positif pada 7 Juli 2021, hingga pukul 12.00 WIB, menembus angka 34.379 orang. Angka kematian juga menembus angka tertinggi mencapai 1.040 orang. Sementara angka kesembuhan menembus 14.835, dan kasus aktif secara akumulasi menjadi 343.101 orang.

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kadin serahkan bantuan 20,5 ton oksigen ke Pemprov Kalsel

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar