Cape Town (ANTARA News) - Pelatih Inggris Fabio Capello mengatakan dirinya bingung atas penampilan buruk timnya saat bermain imbang 0-0 melawan Aljazair pada Jumat malam.

Hasil ini--ditambah dengan rekor yang sama saat melawan Amerika Serikat-- telah mengancam posisi Inggris di Piala Dunia 2010. Inggris yang datang ke Afrika Selatan sebagai salah satu tim favorit juara kini mau tak mau harus menang melawan juara sementara grup C Slovenia hari Rabu jika ingin lolos ke babak 16 besar.

"Ini bukan tim yang saya kenal ketika latihan atau kualifikasi zona Eropa tahun lalu. Kami kehilangan banyak bola. Banyak sekali kesalahan yang telah dilakukan tim. Dan kesalahan itu tak termaafkan mengingat kualitas individu pemain-pemain. Tapi kami punya satu kesempatan lagi dan semua anggota tim tahu harus berbuat apa," kata Capello.

Capello beralasan penampilan buruk tim asuhannya saat melawan Aljazair mungkin karena merasa tertekan dengan target ingin menjadi juara dunia setelah memenangi turnamen yang sama tahun 1966 lalu.

"Mungkin mereka begitu karena merasa tertekan. Tapi kami harus kembali ke masa kini. Dan pertandingan melawan Slovenia nanti kami bisa saja merubah strategi permainan tapi kami harus bermain bagus kali ini," tambahnya dikutip AFP.

Dengan pertandingan antara Amerika Serikat melawan Slovenia yang berakhir imbang Jumat lalu, posisi tim-tim di grup C menjadi seimbang. Slovenia meraih empat poin, Inggris dan Amerika Serikat mendapat dua poin sedangkan Aljazair mendapat satu poin.

Sementara itu Wayne Rooney yang marah pada suporter Inggris karena mencibir penampilan tim saat melawan Aljazair sambil berjalan ke arah lorong pemain mengumpat di depan kamera dengan mengatakan "Senang rasanya diejek oleh suportermu sendiri,".

Pemain terbaik dalam pertandingan melawan Aljazair, Ashley Cole, mengatakan Semua bisa saja menjadi lebih buruk bagi Inggris. Untunglah Amerika Serikat bermain seri dengan Slovenia. Kini kami harus mempersiapkan diri untuk pertandingan hidup-mati melawan Slovenia Rabu nanti.

Gelandang Aljazair Ryad Boudebouz mengatakan Inggris sebelumnya terlalu sombong. "Kami senang bisa menahan imbang Inggris karena mereka sebelumnya selalu memandang rendah pada kami. Kami bertekad untuk memperlihatkan pada mereka bahwa kami ada disini bukan hanya sebagai penggembira,"

"Kini kami harus berusaha mengalahkan Amerika Serikat dan kami percaya jika kami tampil sebaik saat melawan Inggris, kami bisa mengalahkan mereka," tambahnya.

(A051/A016/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010