Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir pekan diprediksi bergerak datar dengan kecenderungan terkoreksi.

IHSG dibuka melemah 2,89 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.037. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,02 poin ke posisi 839,9.

"Memperoleh arahan negatif dari indeks-indeks Wall Street dan Eropa pada perdagangan Kamis kemarin , IHSG diperkirakan kembali bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat," kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Salah satu faktor yang dapat mengimbangi sentimen negatif eksternal adalah realisasi indeks keyakinan konsumen Indonesia di level 107,4 pada Juni 2021.

Dengan demikian, indeks keyakinan konsumen di Indonesia berada di atas batas keyakinan 100 selama tiga bulan berturut-turut.

Disamping itu, kenaikan klaim tunjangan pengangguran awal AS yang diikuti dengan pelemahan indeks dolar, berpotensi memicu penguatan nilai tukar rupiah pada akhir pekan ini.

Mempertimbangkan sentimen-sentimen diatas, menurut Valdy, saham-saham defensif dapat kembali diperhatikan seperti ICBP, INDF, GOOD, SIDO dan termasuk TLKM. Saham lain yang dapat diperhatikan meliputi ANTM, CENT, IRRA.

Ia memproyeksikan IHSG pada akhir pekan akan berada di rentang support -resisten pada 6.000-6.100.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 624,99 poin atau 2,22 persen ke 27.493,04, indeks Hang Seng turun 126,77 poin atau 0,47 persen ke 27.026,36, dan indeks Straits Times meningkat 4,44 poin atau 0,14 persen ke 3.112,03.

Baca juga: IHSG Jumat dibuka melemah 2,89 poin

Baca juga: Mirrae Asset optimistis IHSG Juli menguat di atas 6.000

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2021