Polda Metro evaluasi penyekatan di Daan Mogot

Polda Metro evaluasi penyekatan di Daan Mogot

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat ditemui wartawan pada pelaksanaan vaksinasi COVID-19 khusus anak usia 12 tahun ke atas di Singapore International School, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (9/7/2021). ANTARA/Abdu Faisal.

mulai besok (10/7) akan kami tambah untuk penutupan dan pengalihannya
Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya akan mengevaluasi titik penyekatan di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat karena selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih ada warga berkategori tidak esensial dan kritikal yang berusaha memasuki Ibu Kota.

"Masih ada warga masyarakat yang berusaha memasuki Jakarta, padahal dia tidak esensial dan kritikal. Oleh sebab itu, ada beberapa lokasi yang rencananya mulai besok (10/7) akan kami tambah untuk penutupan dan pengalihannya," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat.

Dijelaskan, dua titik penyekatan di sana, terdiri dari titik penyekatan Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat dan Kecamatan Batuceper, Tangerang kerap masih dapat dilalui oleh pengendara yang berusaha memasuki Jakarta dari Kota Tangerang.

Menurut Sambodo, penambahan kemungkinan akan ditambah di Jalan Raya Daan Mogot. Namun hal itu kini masih jadi kajian.

Baca juga: Langgar PPKM Darurat, Polda Metro gerebek tempat spa di Jakarta Barat

"Daan Mogot sebetulnya cukup bagus, tinggal nanti siapa tahu, kami akan kaji lagi nanti apakah perlu ditambah di Daan Mogot-nya," ujar Sambodo.

Semua penyekatan ini, kata dia, untuk mempertegas bahwa Jakarta saat ini masih dalam masa PPKM Darurat.

Karena itu, agar tidak timbul kerumunan, masyarakat yang tidak bergerak pada bidang sektor kritikal dan esensial dimohon untuk tetap berada di rumah saja, termasuk bekerja dari rumah.

"Karena angka COVID-19 di Jakarta masih sangat tinggi dan bahkan sangat meningkat. Nanti akan ada titik-titik (penyekatan) lainnya yang akan kami pelajari, akan kami kaji dan nanti akan kami kabarkan pada masyarakat," kata Sambodo.

Baca juga: 202 perusahaan di Jakarta ditindak selama enam hari PPKM Darurat

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kadin DKI Jakarta berharap Pemerintah berikan relaksasi perbankan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar