Puan meminta pemerintah membuat sistem perlindungan untuk nakes

Puan meminta pemerintah membuat sistem perlindungan untuk nakes

Ketua DPR RI Puan Maharani. (ANTARA/HO-DPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah membuat sistem perlindungan untuk​​​​​​ tenaga kesehatan (nakes) khususnya menyangkut keselamatan fisik dan kesehatan mental.

"Tugas nakes bukan saja membantu kesembuhan para pasien COVID-19, tetapi juga menjaga dan melindungi diri dan keluarganya agar tidak ikut terinfeksi virus. Karena itu kami meminta pemerintah membuat sistem perlindungan untuk nakes, baik secara fisik maupun mental," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Puan mengutip data yang dihimpun Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bersama sejumlah organisasi lain, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sejak awal pandemi hingga 28 Juni 2021 tercatat sudah ada 1.031 tenaga kesehatan yang gugur.

Jumlah itu, menurut dia, terdiri atas 405 dokter, 43 dokter gigi, 328 perawat, 160 bidan, dan 95 tenaga kesehatan lain.

"Indonesia telah kehilangan ribuan pejuang kesehatan akibat pandemi. Apalagi dengan kasus harian yang terus melonjak, maka kondisi para nakes semakin mengkhawatirkan," ujarnya.

Baca juga: Puan ingatkan pemerintah sajikan data COVID-19 secara terbuka

Dia mengatakan jumlah tenaga kesehatan yang aktif saat ini mulai berkurang karena banyak yang masih terinfeksi COVID-19.

Puan menjelaskan dirinya mendapat laporan bahwa para tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 tidak memiliki banyak waktu untuk memulihkan kesehatan setelah dinyatakan sembuh.

"Lalu ketika negatif, mereka langsung diminta kembali bekerja karena rumah sakit kekurangan tenaga kesehatan," katanya.

Puan mengatakan sistem perlindungan nakes tidak hanya secara fisik untuk melindungi dari infeksi. Jika terinfeksi mereka bisa sembuh kembali, maka mereka memerlukan perlindungan secara mental.

Dia mengatakan para nakes kondisinya kelelahan dan mengalami "burn out" dengan beban kerja berat yang seakan tidak ada ujungnya.

Baca juga: Ketua DPR RI berikan 30 ribu dosis vaksin COVID-19 untuk warga Jatim

"Jam kerja semakin panjang dan ketidakpastian kapan pandemi berakhir mengancam kesehatan mental mereka," ujarnya.

Dia menilai semua faktor tersebut akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan fisik para nakes dan apabila nakes kelelahan dan berguguran, maka masyarakat yang dirugikan.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu menilai kesehatan mental nakes merupakan isu yang vital dan mendesak untuk diperhatikan pemerintah.

"Dengan tekanan kerja yang begitu besar, para nakes membutuhkan pelindungan fisik dan mental lebih besar lagi dibandingkan hari-hari biasa mereka bekerja," katanya.

Selain itu, Puan meminta masyarakat untuk terus mengapresiasi perjuangan para nakes yang sedang bekerja keras di garda terdepan penanganan pandemi.

Baca juga: DPR berikan bantuan 30 ribu dosis vaksin COVID-19 bagi warga Jatim

Dia menilai masyarakat bisa membantu dan mendukung para nakes dengan memberikan perhatian dan apresiasi atau dalam bentuk yang lebih nyata.

"Apresiasi bisa dimulai dari teman, kerabat dan sanak saudara yang berprofesi sebagai nakes," ujarnya.

Menurut dia, kalau belum bisa mengapresiasi, minimal masyarakat khususnya keluarga pasien menghindari selisih paham atau tuduhan-tuduhan yang kontraproduktif kepada para nakes sehingga tidak melemahkan mental dan fisik mereka.

#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

DPR-pemerintah segera bahas Cipta Kerja pascaputusan MK

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar