BMKG sebut terjangan banjir di Aceh akibat tekanan rendah udara

BMKG sebut  terjangan banjir di Aceh akibat tekanan rendah udara

Warga melintasi genangan banjir di ruas Jalan Singgah Mata II, Desa Seuneubok, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Selasa (6/7/2021) pagi. ANTARA/Teuku Dedi Iskandar.

BMKG juga memperkirakan tingginya curah hujan di Kota Banda Aceh maupun sejumlah kabupaten/kota di wilayah pantai barat selatan Aceh hingga dua hari ke depan.
Meulaboh (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan penyebab tingginya curan hujan yang selama ini melanda Kota Banda Aceh ibu kota Provinsi Aceh serta sejumlah daerah di wilayah barat selatan Aceh, akibat adanya tekanan rendah udara di Teluk Benggala dan di Thailand.

“Akibat adanya tekanan rendah di Teluk Benggala dan tekanan rendah di Thailand, menyebabkan adanya konvergensi di wilayah Aceh.Dimana massa udara dibelokan ke arah utara ke arah Thailand dan Teluk Benggala (India),” kata Prakirawan BMKG Meulaboh-Nagan Raya Yoga Alma’ruf, Jumat malam.

Akibat adanya tekanan rendah di kedua wilayah tersebut, kata dia, menyebabkan terjadinya penumpukan masa udara di wilayah Aceh.

Sehingga kemudian menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Provinsi Aceh dari intensitas sedang hingga lebat.

BMKG juga memperkirakan kondisi tingginya curah hujan di Kota Banda Aceh maupun sejumlah kabupaten/kota di wilayah pantai barat selatan Aceh, akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

“Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada khususnya saat beraktivitas di wilayah pesisir pantai,” kata Yoga menambahkan.

Dampak dari adanya tekanan rendah di Teluk Benggala (India) dan Teluk Thailand, kata dia, juga menyebabkan gelombang tinggi di sekitar perairan di wilayah pantai barat selatan Aceh, katanya menuturkan.
Baca juga: Lima gampong di Aceh Jaya terisolasi akibat banjir
Baca juga: Empat kecamatan terendam banjir di Aceh Besar akibat hujan deras
Baca juga: Banjir rendam 16 desa di Aceh Selatan, ribuan warga terdampak

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden ajak ulama Aceh jaga persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar