Aceh bangun kerja sama kebudayaan dengan Malaysia dan Jepang

Aceh bangun kerja sama kebudayaan dengan Malaysia dan Jepang

Pertemuan Disbudpar Aceh dengan Konjen Malaysia, di Medan, Rabu (7/7/2021) ANTARA/HO-Humas Disbudpar Aceh.

Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh membangun kerja sama kebudayaan, pariwisata hingga industri fesyen dengan Malaysia dan Jepang melalui Konsulat Jenderal (Konjen) di Medan, Sumatera Utara.

"Dalam rangka menjalin peluang kerja sama, kita terus menggencarkan kolaborasi program kebudayaan dengan beberapa Konsulat Jenderal (Konjen) yang ada di Medan, Sumatera Utara," kata Kepala Disbudpar Aceh Jamaluddin, di Banda Aceh, Jumat.

Jamaluddin mengatakan, bersama Konjen Malaysia YM Tuan Aiyub pihaknya membicarakan beberapa program mengenai strategi kebudayaan dan pariwisata Aceh di masa pandemi yang nantinya melibatkan kedua pihak.

Setelah Malaysia, kata Jamaluddin, mereka juga bertemu dengan Konjen Jepang Mr Takonai Susumu dalam rangka membawa agenda kerja sama di kebudayaan.

Baca juga: Prancis-Surabaya jalin kerja sama bidang pendidikan dan kebudayaan

"Jepang sebagai negara maju dan mapan, menjadi salah satu negara yang menjadi contoh baik dalam menjaga tradisi leluhurnya dan penuh dengan nilai-nilai budaya," ujarnya.

Jamaluddin menyampaikan, terdapat tiga program yang dibahas saat pertemuan dengan Konjen Jepang yaitu terkait misi berbagi pengalaman dalam upaya menjaga budaya di tengah globalisasi khususnya lewat seminar budaya.

Kemudian, kolaborasi Aceh dan Jepang dengan menyelenggarakan event-event kebudayaan, dan terakhir program workshop dan penyediaan simulator untuk museum tsunami Aceh sebagai upaya menjadikan museum sebagai pusat pendidikan kebencanaan.

“Kerja sama kebudayaan ini penting dilakukan untuk memperkuat identitas, apalagi berhubungan dengan sejarah dan kebencanaan,” kata Jamaluddin.

Sementara itu, Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh Evi Mayasari menjelaskan, bersama Konjen Malaysia pihaknya membahas program strategi kebudayaan terkait kolaborasi pada seminar budaya internasional, kolaborasi festival kebudayaan Aceh dan Malaysia dan kolaborasi mahakarya desainer Aceh dengan Malaysia.

“Ketiga program ini mendapat respon yang luar biasa dari pihak Konjen Malaysia. Khususnya kolaborasi mahakarya desainer Aceh dan Malaysia, ini sangat ditunggu-tunggu dan segera di follow up tahun ini, sedangkan dua agenda lainnya direalisasikan 2022 mendatang,” kata Evi Mayasari.

Selain itu, kata Evi, pihak Konjen Malaysia juga menyatakan kesiapannya untuk bersama-sama mendongkrak kunjungan wisatawan Malaysia ke Aceh, termasuk lewat berbagai agenda seperti menyelenggarakan famtrip.

"Langkah mendongkrak kunjungan wisatawan pastinya sangat efektif dilakukan setelah pandemi COVID-19 ini mereda," kata Evi.

Baca juga: Ditjen Kebudayaan usulkan adanya kerja sama peneliti Indonesia-Belanda
Baca juga: Wapres berharap Dewan Kebudayaan Asia perkuat kerja sama kawasan
Baca juga: Kerja sama kebudayaan Indonesia-Hong Kong mengerucut

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Aceh ingatkan PNS bisa dipecat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar