Pemerintah buka kesempatan dokter diaspora Indonesia bantu atasi Covid

Pemerintah buka kesempatan dokter diaspora Indonesia bantu atasi Covid

Tim medis mengevakuasi seorang pasien menuju Ruang Isolasi Khusus saat kegiatan simulasi penanganan virus Corona di RSUD Dr. Loekmono Hadi, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (1/2/2020). Simulasi tersebut untuk antisipasi penyebaran sekaligus melatih kesiapsiagaan tim medis rumah sakit itu dalam menangani pasien suspect virus Corona. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/hp.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Dedy Permadi mengungkapkan Indonesia membuka kesempatan bagi para dokter diaspora Indonesia yang berada di seluruh penjuru dunia untuk mengabdi dan membantu penanganan Covid-19 di Tanah Air.

"Selain dokter di dalam negeri, dibuka juga kesempatan bagi dokter diaspora yang ingin mengabdi," ujar Dedy dalam keterangan pers harian PPKM Darurat, Minggu.

Dia menambahkan Indonesia memanggil para warga diaspora Indonesia yang berada di seluruh dunia sebagai tenaga kesehatan untuk mengabdi dan membantu penanganan Covid-19 di Tanah Air.

"Untuk itu bagi warga diaspora Indonesia di seluruh dunia, Indonesia memanggil. Bakti dan sumbangsih Anda kepada sesama saudara sebangsa kami nantikan," katanya.

Dedy juga mengatakan bahwa terkait tenaga kesehatan, Koordinator PPKM Darurat yakni Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek untuk pelibatan mahasiswa tingkat akhir.

Di samping itu, pada Hari ini Minggu (11/7) telah digelar rapat koordinasi PPKM Darurat antara Kementerian Kesehatan, Kapuskes TNI dan Kapusdokkes Polri untuk mencermati perkembangan kasus Covid-19 dan menentukan langkah-langkah antisipasi penambahan kasus harian yang semakin tinggi.

"Sudah kami sampaikan dalam keterangan pers sebelumnya bahwa pemerintah menargetkan konversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19 sebesar 40 persen. Untuk itu Kementerian PUPR sedang membantu peningkatan dan perbaikan fasilitas di rumah sakit-rumah sakit tersebut demi percepatan program konversi," kata Dedy Permadi.

Dia juga mengatakan bahwa strategi pemerintah lainnya adalah dengan mengubah sarana seperti rumah susun, wisma, asrama haji, dan asrama TNI-Polri untuk menjadi rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat.

Baca juga: Tim Mitigasi IDI: Sudah 458 dokter wafat akibat COVID-19

Baca juga: Pemerintah sediakan 11 jasa telemedicine gratis bagi pasien isoman

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

IDI minta pemerintah jamin keselamatan nakes di Papua

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar