Menkes terima bantuan 1.000 tabung oksigen dan 1 juta vaksin COVID-19

Menkes terima bantuan 1.000 tabung oksigen dan 1 juta vaksin COVID-19

Petugas kargo menurunkan vaksin COVID-19 jenis Moderna dari pesawat setibanya di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (11/7/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Kris/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menerima bantuan 1.000 tabung oksigen dan 1 juta vaksin dari Shopee.

Ketersediaan 1.000 tabung oksigen ini diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi atas tingginya kebutuhan oksigen medis yang naik akibat peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir. 

"Penting disadari bahwa kita tidak bisa berperang melawan pandemi ini sendiri tapi kita harus melakukannya bersama-sama, kita tidak mungkin secara eksklusif menyelamatkan golongan, bagian atau organisasi dari negara kita sendiri tapi kita harus secara inklusif bekerjasama dengan seluruh kelompok masyarakat di dunia untuk mengatasi pandemi ini," ujar Budi dalam penyerahan bantuan "1.000 tabung oksigen dan 1 juta vaksin" pada Senin. 

Kemenkes akan menyebarkan 1.000 tabung oksigen ini ke berbagai wilayah yang saat ini sedang mengalami kasus COVID-19 paling tinggi. 1.000 tabung oksigen telah diterima di Pusat Krisis Kemenkes pada tanggal 10 Juli 2021, yang kemudian akan disebarluaskan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Distribusi tabung oksigen ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia terutama masyarakat yang saat ini membutuhkan tabung oksigen untuk kesembuhan bagi yang terpapar virus COVID-19. 

"Prioritasnya adalah di tujuh provinsi Jawa dan Bali. Kalau kita mau lebih tajam lagi, sebaiknya memang dikirimkan ke daerah Yogya dan Jawa Tengah. Mengapa? Karena pabrik oksigen yang besar-besar yang ada di Pulau Jawa adanya di Jawa Barat dan Jawa Timur sehingga Jawa Tengah mengalami kesulitan dari sisi distribusi dan logistik untuk memenuhi kebutuhan oksigennya," kata Budi.

Budi juga mengatakan untuk melawan COVID-19, pemerintah tidak bisa bergerak sendirian dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak untuk bersama-sama menekan laju pertumbuhan kasus dan mempercepat proses penyembuhan pasien. 

"Kita tidak mungkin untuk membuat program yang hanya spesifik untuk negara kita, tapi kita harus membangun gerakan bersama, kita harus membangun movement bersama untuk bisa memanfaatkan seluruh modal sosial yang miliki seluruh umat manusia mengatasi pandemi ini," ujar Budi.  

Baca juga: Menjamin ketersediaan oksigen untuk si pasien COVID-19

Baca juga: Bima Arya: Rumah sakit di Kota Bogor krisis oksigen

Baca juga: Erick Thohir: Total sudah 27 ISO Tank oksigen disalurkan oleh BUMN

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes: Kematian akibat COVID-19 turun 48%

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar