Pemerintah siapkan tiga strategi atasi kelangkaan oksigen

Pemerintah siapkan tiga strategi atasi kelangkaan oksigen

Ilustrasi - Sejumlah petugas menurunkan tabung berisi oksigen dari truk di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Senin (5/7/2021). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Kita sudah dibantu juga oleh perusahaan-perusahaan besar
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah sedang menyiapkan tiga strategi untuk mengatasi kelangkaan oksigen bagi para pasien COVID-19.

"Mengenai oksigen, pemerintah akan memperbanyak suplai dengan cara, pertama kita akan membuka impor oksigen dari luar. Sudah diizinkan oleh Bapak Presiden melalui kementerian perindustrian, itu bisa menambah 600-700 ton per hari," kata Budi Gunadi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin.

Strategi kedua, adalah dengan mengambil kelebihan suplai oksigen dari industri.

"Kita sudah dibantu juga oleh perusahaan-perusahaan besar, perusahaan yang memiliki kelebihan suplai atau 'excess capacity' dari oksigennya sekitar 360-460 ton per hari yang juga dikoordinasikan dengan Kementerian Perindustrian akan kita pakai," tambah Budi.

Strategi ketiga adalah dengan mengimpor oksigen konsentrator untuk rumah sakit maupun rumah-rumah biasa.

"Pemerintah akan mengimpor banyak oksigen konsentrator dimana sebenarnya ini adalah alat kecil, harganya antara 600-800 dolar AS yang bisa dipasang di rumah sakit dan rumah-rumah untuk memproduksi oksigen dari udara yang penting ada koneksi listriknya saja, dengan demikian tiga strategi itu diharapkan suplai oksigen dapat segera diatasi," ungkap Budi.

Baca juga: Menkes terima bantuan 1.000 tabung oksigen dan 1 juta vaksin COVID-19

Baca juga: Pemerintah bentuk Satgas Oksigen data kebutuhan oksigen RS di Jawa


Dalam konferensi pers yang sama, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan impor oksigen konsentrator tersebut dapat mengurangi penggunaan oksigen cair sebanyak 50 ribu tabung.

"Sekarang kita sudah punya beberapa ribu (oksigen konsentrator), mungkin mendekati 10 ribu, itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan dan akan kita pinjamkan ke rumah-rumah," kata Luhut.

Bila sudah selesai dipakai maka pemerintah akan mengambilnya lagi.

"Itu 5 liter jadi bisa dipakai selama 5 hari dan saya kira ini juga kalau Insya Allah ini selesai kasus COVID-19 masih bisa dibagikan ke rumah sakit kita," tambah Luhut.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 per 11 Juli 2021, total kasus COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 2.527.203 kasus dengan penambahan dalam 24 jam tercatat sebanyak 36.197 orang sehingga kasus aktif tercatat sebanyak 376.015 orang.

Pasien sembuh bertambah sebanyak 32.615 orang sehingga akumulasi total yang telah sembuh adalah 2.084.724 orang.

Sedangkan mereka yang meninggal karena terpapar COVID-19 bertambah 1.007 orang sehingga total kematian akibat COVID-19 di Indonesia adalah 66.464.

Baca juga: Polri belum temukan indikasi penimbunan tabung oksigen

Baca juga: Polri cek persediaan tabung oksigen bagi pasien antisipasi kelangkaan

 

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar