Tingkatkan perlindungan, Thailand campur vaksin Sinovac & AstraZeneca

Tingkatkan perlindungan, Thailand campur vaksin Sinovac & AstraZeneca

Orang-orang mendapatkan vaksinasi COVID-19 di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Thailand, Rabu (28/4//2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/rwa.

Bangkok (ANTARA) - Strategi vaksinasi Thailand terhadap virus corona akan menggunakan campuran vaksin vektor virus AstraZeneca dan vaksin Sinovac, kata Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul, Senin.

Rencana tersebut, apabila terealisasi, akan menjadi kombinasi vaksin China dan vaksin negara Barat pertama yang diumumkan secara terang-terangan.

Langkah itu bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap varian yang lebih menular, katanya kepada awak media.

"Ini untuk memperkuat perlindungan terhadap varian Delta dan membentuk tingkat imunitas yang tinggi melawan penyakit," kata Menteri Anutin.

Thailand dan negara-negara tetangganya, seperti Indonesia, melaporkan bahwa sejumlah petugas medis dan garda terdepan yang sudah disuntik vaksin virus nonaktif Sinovac terpapar virus corona.

Mayoritas petugas medis dan garda terdepan Thailand diberikan suntikan Sinovac setelah Februari, sementara vaksin vektor virus dari AstraZeneca AZN.L tiba pada Juni.

Sumber: Reuters

Baca juga: 618 Nakes Thailand terinfeksi COVID meski sudah divaksin Sinovac

Baca juga: Warga Thailand beli vaksin COVID-19 melalui Shopee

Baca juga: Penguncian COVID-19 ibu kota Bangkok diperketat


 

Dua vaksin COVID-19 Thailand masuki tahap uji coba pada manusia

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar