Dosen IPB ingatkan pentingnya wakaf untuk entaskan orang miskin

Dosen IPB ingatkan pentingnya wakaf untuk entaskan orang miskin

Tangkapan layar siniar wakaf uang bertajuk ÔÇťOptimalisasi LKSPWU dan Nazir untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat" yang digelar IPB University. (ANTARA/HO-IPB University)

Jakarta (ANTARA) - Dosen IPB University Irfan Syauqi Beik mengingatkan akan pentingnya berwakaf serta pengelolaannya yang tepat guna dan tepat sasaran untuk mengentaskan orang miskin ke arah yang lebih baik.

"Wakaf bisa memberikan banyak manfaat untuk dapat meningkatkan pembangunan di Indonesia," ujar Irfan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Irfan mengatakan pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini merupakan langkah tepat dalam menggelorakan wakaf. Pasalnya pandemi COVID-19 telah memukul segala lini kehidupan termasuk naiknya angka pengangguran dan kemiskinan.

Baca juga: Wamenag: Gelorakan Ziswaf untuk bantu warga terdampak pandemi

Berdasarkan data potensi wakaf di Indonesia, terhitung bisa mencapai Rp180 triliun per tahun. Akan tetapi realisasinya baru menyentuh sekitar Rp850 miliar.

“Hal tersebut sangat disayangkan, padahal wakaf bisa memberikan banyak manfaat," kata pria yang juga menjabat sebagai Komisioner Badan Wakaf Indonesia ini.

Ia mengatakan bahwa ada beberapa manfaat wakaf dalam pembangunan, seperti instrumen keuangan publik, instrumen pengentasan kemiskinan, pemerataan pendapatan dan kekayaan, instrumen permodalan, investasi dan pembangunan, serta instrumen pertumbuhan ekonomi berkeadilan.

"Pengelolaan wakaf dapat dilakukan melalui pendekatan produktif dan sosial dengan berbagai jangka waktu bergantung pada kesepakatan. Pendekatan sosial yaitu wakaf digunakan untuk membantu masyarakat, sedangkan pendekatan produktif yaitu menggunakan wakaf untuk berbisnis, agar didapatkan keuntungan dari modal (wakaf) tersebut," kata dia.

Baca juga: Kemensos gandeng LSM guna percepat bansos tepat sasaran

Maka dari itu, ia berharap Nazhir (pihak yang menerima harta benda wakaf dari wakif untuk dikelola dan dikembangkan) dan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU) dapat menggelorakan wakaf dengan sasaran segmen yang tepat.

"Kolaborasi tersebut perlu memperhatikan kelayakan, keberlangsungan dan dampak dari wakaf yang diberikan. Dengan ini, Insya Allah wakaf dapat memberikan manfaat langsung untuk pemberdayaan ekonomi," ujarnya.

Baca juga: Rektor IPB terima penghargaan JB-KUKM 2021 dari Menkop UKM
Baca juga: Praktisi IPB: Teknologi digunakan untuk memanusiakan manusia

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ziswaf terbukti miliki peran dalam mitigasi dampak pandemi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar