Saham Jerman setop untung dua hari, indeks DAX 30 terkikis 0,01 persen

Saham Jerman setop untung dua hari, indeks DAX 30 terkikis 0,01 persen

Ilustrasi - indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terkikis 0,87 poin, menjadi menetap di 15.789,64 poin

Frankfurt (ANTARA) - Saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Selasa (13/7/2021), menghentikan keuntungan dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan DAX 30 di Bursa Efek Frankfurt terkikis 0,01 persen atau 0,87 poin, menjadi menetap di 15.789,64 poin.

Indeks DAX 30 bertambah 0,65 persen atau 102,58 poin menjadi 15.790,51 poin pada Senin (12/7/2021), setelah terangkat 1,73 persen atau 267,29 poin menjadi 15.687,93 poin pada Jumat (9/7/2021), dan anjlok 1,73 persen atau 272,07 poin menjadi 15.420,64 poin pada Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Saham Jerman lanjutkan kenaikan, indeks DAX 30 bertambah 0,65 persen

Dari 30 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks DAX 30, sebanyak 14 saham berhasil mengantongi keuntungan, sementara 16 saham lainnya mengalami kerugian.

Deutsche Bank, perusahaan jasa keuangan dan perbankan multinasional Jerman mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 1,96 persen.

Disusul oleh saham perusahaan produsen mesin pesawat terbang MTU Aero yang kehilangan 1,76 persen, serta kelompok perusahaan energi multinasional Jerman RWE melemah 1,62 persen.

Di sisi lain, perusahaan perangkat lunak multinasional Jerman SAP terdongkrak 1,18 persen, menjadi pencetak keuntungan paling banyak (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur dan elektronik Siemens yang bertambah 0,87 persen, serta perusahaan farmasi Jerman Merck menguat 0,82 persen.

SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 244,11 juta euro (289,12 juta dolar AS).

Baca juga: Seluruh saham unggulan Jerman merugi, indeks DAX 30 anjlok 272,07 poin

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar