Liwa, Lampung Bara (ANTARA News) - Panen cabai merah di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, melimpah dan mampu mencukupi kebutuhan cabai merah di pasaran.

"Panen cabai merah cukup berlimpah, ini faktor iklim yang mendukung pertumbuhan tanaman ini baik, sehingga buah yang dihasilkan mampu mencukupi pesanan agen sayur di dalam dan di luar daerah," kata petani cabai merah, di Pekon (Desa) Hanakau, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, Karmudi (42) sekitar 287 km dari Bandarlampung, di Hanakau, Selasa.

Dia menjelaskan, petani mengalami peningkatan pendapatan, dan mampu menambah area tanam, sehingga hasil panen cabe berikutnya semakin melimpah," kata dia.

Petani itu mengatakan, hama cabai yang kerap menyerang tanaman tidak terlalu mengkhawatirkan sehingga tanaman tersebut terselamatkan.

"Selama proses perawatan tanaman, bersyukur serangan hama dapat di cegah dari awal, sehingga tidak berlarut membuat tanaman tersebut tidak menghasilkan buah, atau mati, upaya pencegahan dari awal yakni dengan memutus mata rantai bibit hama tersebut sehingga tidak menyebar," katanya.

Daerah yang subur membuat Lampung Barat kaya akan potensi pertanian dan perkebunan, dan menjadi mata pencarian utama sebagian besar masyarakat di daerah ini.

Pertanian digeluti masyarakat petani, dan sekitar 80 persen wilayah ini dikembangkan tanaman sayur, sehingga Lampung Barat menjadi lumbung sayur bagi sebagian besar wilayah di dalam dan luar daerah.

Iklim yang mendukung membuat tanaman cabe merah tumbuh dengan baik, sehingga menghasilkan panen cabe merah berlimpah.

Berlimpahnya panen cabai merah di Lampung Barat membuat pasokan cabe merah dari petani mampu mencukupi kebutuhan cabai merah di pasaran.

Dengan luas lahan mencapai seperempat hektare, petani cabai membutuhkan dana sekitar Rp20 juta lebih, modal yang dikeluarkan tersebut akan kembali bahkan menghasilkan keuntungan besar bila harga cabai melambung.

Bertanam cabai merah menurut petani di Lampung Barat diibaratkan seperti bermain di meja judi, saat harga cabai merah melambung maka petani mampu mendapatkan keuntungan empat kali lipat, tapi lain halnya, bila harga cabai sedang anjlok, maka petani tidak sama sekali mendapatkan keuntungan, bahkan modal yang dikeluarkan jarang kembali.

Harga cabai merah di sejumlah pasar di Lampung Barat bekisar Rp14.000 per kg, sementara hasil panen petani, didistribusikan di sejumlah wilayah diantaranya, Bandarlampung, Pulau Jawa, Sumatera Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura, Kabupaten Lampung Barat Norvriardi Kuswan mengatakan, cabai menjadi tanaman unggulan petani sayur.

"Cabai merah menjadi pilihan tanaman petani sayur di Lampung Barat, walaupun dari segi harga dan resiko tanaman sangat tinggi, akan tetapi jenis tanaman ini begitu menjanjikan, sehingga dipilih petani," kata dia.

Dia mengatakan, petani dapat mengembangkan tanaman cabai merah dengan sistem tanam yang baik, sehingga hasil panen nanti dapat memuaskan," kata dia.

Kemudian lanjut dia, pengawasan yang ekstra ketat dapat menghindarkan serangan hama pada tanaman, selain itu pengawasan yang ketat dapat memberikan hasil yang baik dengan target perolehan panen yang tercapai," katanya. (ANT-049/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010