Masyarakat perbatasan Kalteng-Kaltim tak tahu kebijakan pengetatan

Masyarakat perbatasan Kalteng-Kaltim tak tahu kebijakan pengetatan

Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono memimpin rapat tindak lanjut rakor lintas sektoral penanganan COVID-19. ANTARA/Firman

Kalsel benar-benar dalam posisi waspada
Banjarmasin (ANTARA) - Polda Kalimantan Selatan mengakui banyak masyarakat di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) tak mengetahui adanya kebijakan pengetatan di perbatasan provinsi yaitu wajib menunjukkan hasil tes PCR negatif COVID-19, sehingga pelaksanaan di lapangan belum optimal.

"Faktanya hampir semua pengendara yang melintas di perbatasan yaitu warga dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur kebingungan atas kebijakan di Kalsel ini," terang Karo Ops Polda Kalsel Kombes Pol Nur Subchan di Banjarmasin, Kamis.

Oleh karena itu, kata Subchan mengungkapkan jika Pemprov Kalsel saat ini terus melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi tetangga terkait adanya kebijakan pengetatan pintu masuk Kalsel.

"Setiap orang yang masuk baik melalui jalur udara, laut maupun darat wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR," kata dia.

Baca juga: Kapolda Kalsel instruksikan pengetatan perbatasan provinsi

Sebagaimana Surat Edaran Forkopimda Kalsel tanggal 9 Juli 2021 tentang Ketentuan Pemeriksaan Swab Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Bagi Pelaku Perjalanan di Provinsi Kalsel.

"Kami harapkan koordinasi ini berjalan mulus, sehingga dapat tersosialisasi dengan baik ke masyarakat di dua provinsi tetangga," tutur Subchan.

Kebijakan pengetatan masuk Kalsel diambil untuk mengimbangi pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan di Jawa-Bali.

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal mengatakan pengetatan di jalur darat juga penting mengingat provinsi yang berbatasan langsung dengan Kalsel tersebut lonjakan kasus COVID-19 cukup signifikan.

Baca juga: Pj Gubernur Kalimantan Selatan berlakukan jam malam di zona merah

Bahkan sudah terdeteksi adanya pasien penderita varian Delta yang disebut lebih cepat dan mudah menular dibanding varian awal SARS-CoV-2.

Varian ini juga diyakini menjadi penyebab ledakan kasus di Pulau Jawa.

"Kalsel benar-benar dalam posisi waspada. Apalagi lonjakan kasus dalam dua pekan terakhir juga mengkhawatirkan. Seperti pada Rabu ada penambahan 393 orang terkonfirmasi positif dan empat meninggal dunia," jelasnya.

Pewarta: Firman
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Banjarmasin lanjutkan penerapan PPKM Level IV

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar