Menkeu bebaskan pajak impor barang keperluan COVID-19

Menkeu bebaskan pajak impor barang keperluan COVID-19

Ilustrasi - Seorang teknisi mencoba alat penghasil oksigen hasil karya praktisi tata udara Hendra Setyawan di Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (14/7/2021). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

lima jenis barang yang dapat diberikan fasilitas pembebasan pajak impor, yakni test kit dan reagent laboratorium, virus transfer media, obat, peralatan medis dan oksigen, serta alat pelindung diri (APD).
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membebaskan pajak atas impor barang keperluan penanganan COVID-19 untuk mengantisipasi kebutuhan beberapa jenis barang yang akan digunakan dalam penanganan pandemi.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.04/2011 tentang Perubahan Ketiga atas PMK Nomor 34/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Barang untuk Keperluan Penanganan Pandemi COVID-19 yang dikutip di Jakarta, Kamis.

PMK yang diteken Sri Mulyani pada 12 Juli 2021 itu pun diharapkan bisa memberikan kepastian hukum dan percepatan pelayanan dalam memberikan fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta perpajakan atas impor barang untuk keperluan penanganan pandemi.

Terdapat lima jenis barang yang dapat diberikan fasilitas pembebasan pajak impor, yakni test kit dan reagent laboratorium, virus transfer media, obat, peralatan medis dan oksigen, serta alat pelindung diri (APD).

Baca juga: Sri Mulyani sebut program PC-PEN berhasil lindungi kelompok rentan

Untuk test kit dan reagent laboratorium meliputi alat PCR test yang berupa reagent untuk analisis PCR kualitatif COVID-19, sementara virus transfer media berupa media kultur olahan untuk pengembangan mikroorganisme untuk swab test atau tes usap dan media kultur olahan lainnya.

Sedangkan untuk kelompok obat diberikan kepada antara lain tocilizumab, favipiravir, insulin, lopinavir, ritonavir, mesenchymal stem cell, antikoagulan, oseltamivir, remdesivir, dan intravenous imunoglobulin.

Kemudian, pembebasan pajak impor peralatan medis dan kemasan oksigen diberikan untuk antara lain, oksigen, isotank, silinder baja tanpa kampuh untuk oksigen, beberapa alat terapi pernafasan, termometer, serta alat swab, sementara APD yang diberikan pembebasan pajak berupa masker respirator N95.

Baca juga: Sri Mulyani: Sinergi fiskal dan moneter minimalkan risiko global ke RI

Baca juga: Sri Mulyani dorong reformasi PKN STAN ikuti globalisasi

Pewarta: Agatha Olivia Victoria/Satyagraha
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sri Mulyani yakin ekonomi 2021 melebihi perkiraan IMF & OECD

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar