IKA Universitas Brawijaya luncurkan aplikasi isoman pasien COVID-19

IKA Universitas Brawijaya luncurkan aplikasi isoman pasien COVID-19

Aplikasi Isoman COVID-19. ANTARA/HO-IKA UB.

pasien isoman dapat memakai aplikasi ini
Surabaya (ANTARA) - Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) Malang meluncurkan aplikasi berbasis web untuk memantau perkembangan kondisi harian pasien terinfeksi COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) sekaligus sebagai layanan telekonsultasi dengan dokter bagi pasien yang membutuhkan.

Ketua Umum IKA UB, Ahmad Erani Yustika dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis menjelaskan aplikasi isoman dengan link http://ika.ub.ac.id/aplikasi-isoman/ ini dirancang untuk mudah dipergunakan melalui semua jenis perangkat smartphone.

"Pasien isoman dapat memakai aplikasi ini dengan cara melakukan registrasi online pada link, memasukkan data diri dan memasukkan data gejala terkini yang dirasakan, sesuai dengan format yang sudah disediakan oleh aplikasi," katanya.

Ia menjelaskan aplikasi monitoring isoman dilengkapi dengan fitur telekonsultasi dengan dokter dari Satgas COVID-19 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Fitur ini hanya tersedia bagi pasien yang sudah membutuhkan tindakan lanjutan dalam masa isolasi mandiri.

Baca juga: Kemenkes sediakan aplikasi pemantau obat terapi COVID-19 untuk publik
Baca juga: Erick Thohir: Aplikasi PeduliLindungi bisa memitigasi sebaran COVID-19


Aplikasi isoman versi awal ini, kata Erani, dikhususkan bagi alumni dan keluarga besar Universitas Brawijaya. Pada tahap selanjutnya aplikasi ini akan dikembangkan untuk bisa melayani masyarakat umum di wilayah Malang Raya.

Aplikasi ini, menurut dia, merupakan bagian dari Program "IKA UB Peduli–Solidaritas Kemanusiaan hadapi COVID-19" yang berkolaborasi untuk membantu masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi karena melonjaknya jumlah masyarakat positif COVID-19 yang terjadi sejak akhir Juni 2021 hingga saat ini.

"Program 'IKA UB Peduli–Solidaritas Kemanusiaan hadapi COVID-19' yang berbasis aplikasi web isoman ini hadir untuk membantu masyarakat dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang kami punya, di tengah kondisi pandemi saat ini," katanya.

Erani mengemukakan gelombang kedua pandemi COVID-19 di Indonesia memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Fasilitas rumah sakit kini sudah penuh, kebutuhan donor darah plasma, peningkatan kebutuhan oksigen, vitamin dan obat-obatan menjadi permasalahan utama yang dihadapi masyarakat.

"Banyak info-info yang merugikan terkait dengan ketersediaan akan kebutuhan-kebutuhan di masa pandemi ini. Satgas COVID IKA UB menyediakan program pemantauan isolasi mandiri, pelayanan logistik selama isolasi mandiri yang berupa obat, vitamin dan makanan serta telekonsultasi medis berbasis aplikasi," katanya.

Selain itu, IKA UB juga melakukan kolaborasi bersama beberapa pihak untuk melaksanakan program vaksin dalam mendorong percepatan vaksinasi di Malang Raya.

Baca juga: Kemenkes integrasikan informasi COVID-19 pada aplikasi Peduli Lindungi
Baca juga: Erick Thohir dukung integrasi data aplikasi layanan transportasi udara


Menurut Ketua Satgas COVID IKA UB Ahmad Sauqy, program aplikasi isoman ini diperuntukkan bagi alumni Universitas Brawijaya, keluarga besar Universitas Brawijaya dan tidak diharapkan nantinya juga bisa untuk masyarakat umum yang membutuhkan, karena banyaknya kebutuhan terkait dengan fasilitas isoman dan telekonsultasi medis di tengah banyaknya info-info hoax yang beredar.

Para alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya akan melayani telekonsultasi dan memantau pasien isoman.

Bersamaan dengan ini, IKA UB mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyatukan daya guna membantu warga lain yang membutuhkan melalui penggalangan dana IKA UB PEDULI. Bantuan bisa disalurkan melalui Rekening BRI 180701000277563 a.n IKA UB PEDULI.

"Untuk konfirmasi bantuan bisa mengirim bukti transfer melalui Dita Nurul Aini 0812 3386 9486 atau Henti Kresdiana 0817 728 008. Mari kita bergandengan tangan, gotong royong dan berkolaborasi untuk melawan COVID-19 bersama keluarga besar Ikatan Alumni Universitas Brawijaya. Bersama, Indonesia Sembuh," katanya.

Baca juga: Inovasi kreatif Zuma jadi solusi guru mengajar di tengah pandemi
Baca juga: Warga DKI daftar vaksinasi COVID-19 bisa melalui aplikasi JAKI
Baca juga: Daftar vaksinasi COVID-19 bisa lewat aplikasi Pulse

Pewarta: Masuki M. Astro
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapan pasien COVID-19 bisa mengakhiri isoman?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar