Galeri Indonesia x Blibli Mitra dorong digitalisasi UMKM

Galeri Indonesia x Blibli Mitra dorong digitalisasi UMKM

Galeri Indonesia x Blibli Mitra dorong digitalisasi UMKM (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Blibli berkolaborasi dengan Galeri Indonesia untuk mendorong transformasi digital UMKM yang sejalan dengan Gerakan Nasional “Bangga Buatan Indonesia” agar masyarakat mudah memperoleh produk lokal, baik secara online dan offline.

Melalui kemitraan dengan Galeri Indonesia, para UMKM dapat memperluas pasar melalui jaringan mitra toko kelontong yang tergabung dalam omnichannel Blibli Mitra.

"Blibli konsisten mewujudkan komitmen untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing UMKM secara terpadu dan menyeluruh, salah satunya dengan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM melalui solusi omnichannel kami, agar mereka dapat menghadapi tantangan juga berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital,” kata CEO Blibli, Kusumo Martanto, dalam siaran pers, Jumat.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat lebih dari 45 ribu mitra toko kelontong yang bergabung dengan Blibli Mitra yang ada di seluruh Indonesia.

“Dengan semakin banyaknya produk UMKM yang tersebar di pasar secara omnichannel akan semakin banyak pula masyarakat yang membeli produk tersebut, maka seller UMKM dan pengusaha toko kelontong pun akan bisa meningkatkan bisnisnya. Hal ini diharapkan dapat mendorong kelancaran aktivitas ritel di tingkat mikro yang bisa menopang pemulihan perekonomian nasional,” kata Kusumo.

Baca juga: Ragam promo yang hadir di Hari Bangga Buatan Indonesia 2021

Baca juga: Blibli meriahkan BBI, dorong UMKM raih potensi bisnis


Kementerian Koperasi dan UKM RI menyambut baik kehadiran program yang dapat mendukung pelaku UMKM yang kini berjumlah 64,2 juta di Indonesia.

“UMKM telah memberikan kontribusi yang besar, mencapai 61,07 persen dari total PDB atau 8.573 triliun dan hanya 16 persen yang menggunakan e-commerce untuk memasarkan produk. Oleh karena itu digitalisasi UMKM perlu terus didorong. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan kesempatan naik kelas,” kata Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM RI.

Menteri Koperasi dan UKM RI juga menambahkan, dalam peningkatan UMKM dan penguatan rantai pasok, kolaborasi antar berbagai pihak menjadi sangat penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM.
Charisma, pemilik Toko Barokah mengaku sangat senang atas program Galeri Indonesia x Blibli Mitra, lantaran produk lokal kini diminati pelanggan karena memberikan kualitas yang sama dengan produk sejenis dengan harga terjangkau. (ANTARA/HO)


Program kolaborasi antar ekosistem suatu platform digital turut diapresiasi oleh SMESCO Indonesia, lembaga di bawah Kementerian Koperasi dan UKM RI yang bertugas membantu akses pemasaran bagi usaha kecil dan menengah.

“Omnichannel menjadi solusi nilai tambah bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, karena dapat memanfaatkan platform online sekaligus keberadaan di toko offline," kata Leonard Theosabrata, Direktur Utama SMESCO Indonesia.

"Oleh karena itu, kami akan mendorong UMKM binaan SMESCO untuk terlibat dalam program Galeri Indonesia x Blibli Mitra ini, untuk meningkatkan penjualan UMKM serta menambah diversifikasi produk toko kelontong yang ada di Blibli Mitra,” ungkap Leonard.

Hadirnya produk lokal dari Galeri Indonesia sebagai stok barang dagangan di Blibli Mitra juga disambut dengan semangat oleh pemilik toko kelontong.

"Sebagai pengusaha toko kelontong, bisa mengakses produk lokal di Blibli, akan membantu kami untuk memperluas varian produk yang bisa ditawarkan ke pembeli. Semua ini tentunya dapat dilakukan dengan mudah dengan akses ke aplikasi, sekaligus pengiriman yang lebih cepat,” ungkap Charisma, pemilik Toko Barokah sekaligus mitra pedagang Blibli Mitra.

Baca juga: Blibli awasi harga eceran obat terapi COVID-19 sesuai aturan

Baca juga: Dukung PPKM Darurat, Blibli sediakan kurasi khusus makanan & kesehatan

Baca juga: Pemerintah ajak masyarakat beli dan promosi produk dalam negeri

 

Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Semarak turnamen Indonesia Open 2019 di Istora

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar