Berkurban tanpa rugikan lingkungan, ganti plastik dengan besek

Berkurban tanpa rugikan lingkungan, ganti plastik dengan besek

Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Pusat memberikan obat tetes untuk mata seekor domba saat pemeriksaan kelayakan hewan kurban di Senen, Jakarta, Kamis (15/7/2021). Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menjamin kelayakan dan kesehatan hewan kurban untuk dikonsumsi serta mengetahui usia hewan yang layak untuk kurban. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp. (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Jakarta (ANTARA) - Idul Adha segera tiba di mana daging-daging dari hewan kurban dibagikan untuk mereka yang berhak. Pembagian hewan kurban tak lepas dari plastik sekali pakai yang biasanya dipakai untuk menaruh potongan daging.

Agar ibadah berkurban menjadi lebih utuh, lakukanlah tanpa merusak lingkungan lewat timbunan sampah plastik sekali pakai dengan cara mencari alternatif wadah daging.

PR & Communications Sustaination, Fatima Amira, kepada ANTARA memberikan kiat berkurban tanpa plastik. Pertama, dia menyarankan untuk ikut berpartisipasi sebagai panitia agar bisa memberikan saran dan memperkenalkan cara kurban tanpa plastik.

"Kalau tidak ada besek, bisa ajak masjid sekitarmu untuk mengajak warga untuk mengambil dagingnya dengan membawa wadah sendiri dari rumah."

Baca juga: Menperin: Ekonomi sirkular berangkat dari pengelolaan sampah plastik

Baca juga: KLHK: Perlu kesadaran masyarakat untuk tekan sampah plastik


Jika tidak punya besek, pakailah alternatif seperti daun jati, daun pisang dan bongsang.

"Mari kembali ke kearifan lokal yang dicontohkan nenek moyang kita."

Dia menambahkan, jangan lupa konsumsi daging secukupnya dan simpan dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Jangan lupa komposkan sisa sampah organik agar kebaikan Idul Adha tidak membawa keburukan bagi alam.

Dikutip dari YouTube Sustaination, tokoh agama Habib Husein Jafar Al Hadar mengatakan pentingnya untuk mencari alternatif tempat menaruh daging hewan kurban yang ramah lingkungan karena merusak alam adalah perbuatan yang tidak disukai. Pada umumnya, dia mengatakan seseorang tidak boleh menciptakan keburukan saat melakukan hal-hal baik. Menjaga lingkungan adalah kewajiban manusia, katanya.

Perbuatan merusak alam, termasuk memakai plastik sekali pakai yang berujung jadi sampah, bila disadari sebagai dosa akan membuat orang-orang tersadar dan mencari solusinya.

"Kalau masjid sudah keburu pakai plastik, minimal disiapkan untuk tahun depan (tidak pakai plastik," katanya.

Baca juga: Perlunya model kelembagaan pengelolaan sampah penggerak ekonomi rakyat

Baca juga: BSI sediakan mesin daur ulang plastik dukung ekonomi hijau

Baca juga: LSM ajak masyarakat manfaatkan Idul Adha kurangi sampah plastik

 

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jasa pembuatan abon dari daging kurban kebanjiran pesanan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar