Tips menjaga keamanan siber selama WFH

Tips menjaga keamanan siber selama WFH

Ilustrasi - Seorang pegawai sedang bekerja dari rumah. ANTARA/Shutterstock/am.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah perusahaan kembali menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home, sejalan dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali.

Bekerja dari rumah, tidak hanya lingkungan tempat bekerja yang berubah, namun, juga tingkat keamanan siber yang berbeda dengan yang ada di kantor.

Kaspersky, perusahaan keamanan siber, memberikan panduan dasar yang bisa diterapkan selama WFH, dikutip dari siaran pers, Sabtu.

1. Akses ke sistem dan layanan perusahaan
Gunakan kata sandi yang kuat untuk seluruh akun, Kaspersky menyarankan setidaknya ada 12 karakter, tidak mengandung kata yang ada dalam kamus dan menyertakan karakter khusus serta angka.

Demi keamanan, gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun. Jaga kerahasiaan kata sandi yaitu jangan membagikan dengan rekan kerja atau menyimpan dalam berkas.

Sebagai keamanan tambahan, gunakan autentikasi dua langkas (two-factor authentication) .

2. Mengelola data pribadi
Sebelum membuang dokumen, rusak berkas tersebut agar data-data yang ada di dalamnya, termasuk data pribadi, tidak bisa dibaca.

Ketika berkirim dokumen, gunakan saluran yang aman dan hanya bagikan dengan orang yang dituju, bukan untuk semua orang.

3. Ancaman siber umum
Untuk menghindari ancaman siber secara umum, cermati tautan dalam email sebelum mengklik agar tidak terjebak phishing.

Jika bekerja di bidang keuangan, jangan pernah mengirim uang ke rekening tidak dikenal berdasarkan email atau pesan langsung. Hubungi secara langsung orang yang mengizinkan transfer untuk konfirmasi.

Kaspersky menyarankan untuk tidak memakai flash disk yang tidak dikenal karena banyak kejahatan siber yang dikirim dengan cara tersebut.

4. Kontak darurat
Siapkan kontan darurat berupa nama dan nomor telepon jika terdapat masalah seperti email mencurigakan atau perilaku komputer tidak biasa.

Simpan juga kontak petugas keamanan, administrator sistem kantor dan pemilik bisnis.



Baca juga: Studi Kaspersky: Anak-anak lebih pemarah akibat main game

Baca juga: Tips aman belanja online saat Harbolnas

Baca juga: Wannacry mirip operasi retasan Korea Utara

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

LIPI : Perlu keamanan data komprehensif untuk cegah kebocoran data

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar