Polisi prioritaskan ojek daring lewati pos penyekatan meski tanpa STRP

Polisi prioritaskan ojek daring lewati pos penyekatan meski tanpa STRP

Prajurit TNI mengarahkan pengendara ojek daring untuk mencari jalan alternatif saat akan melintasi titik penyekatan PPKM Darurat di Jalan Jendral Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2021). Polda Metro Jaya menambah 25 titik penyekatan baru, sehingga total menjadi 100 titik penyekatan guna mengurangi mobilitas warga selama PPKM Darurat. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/foc.

dengan syarat mereka sedang mengantarkan makanan atau barang, atau sedang menjemput konsumen dengan menunjukkan bukti kepada petugas yang berjaga.
Jakarta (ANTARA) - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan akan memprioritaskan pengemudi ojek daring yang melewati pos penyekatan PPKM Darurat meski tanpa mengantongi surat tanda registrasi pekerja (STRP).

"Saya sudah sampaikan kepada semua anggota saya dari kemarin sebetulnya, tapi saya tekankan lagi hari ini untuk ojek online kita prioritaskan melewati titik penyekatan," kata Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: DKI terbitkan STRP berbentuk QR Code untuk ojek daring

Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan bahwa mitra ojek daring dapat melewati pos penyekatan meskipun yang bersangkutan belum mengurus Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

"Walaupun mungkin dia belum mengurus STRP tapi kalau dia memang ojek online dan benar-benar mitra, ada aplikasinya kita persilahkan," ujar Sambodo Purnomo Yogo.

Sambodo menambahkan bahwa pengemudi ojek daring dapat melintasi pos penyekatan di jam berapapun dengan syarat mereka sedang mengantarkan makanan atau barang, atau sedang menjemput konsumen dengan menunjukkan bukti kepada petugas yang berjaga.

Baca juga: Kasatpol PP Jakbar ingatkan anggota bertugas tanpa makian hadapi warga

"Memang atribut ojek online kan dijual bebas kami tidak mungkin cek satu persatu karena ribuan yang gunakan atribut itu. Apakah dia betul-betul mitra atau hanya memakai jaket saja agar bisa lolos penyekatan," tutur Sambodo.

Oleh karena itu, dia pun juga meminta bantuan kepada penyedia aplikasi layanan ojek daring untuk ikut membantu menertibkan mitra pengemudinya.

Baca juga: Dishub Jakbar: Mobilitas kendaraan turun 40 persen sejak PPKM Darurat

"Karena kalau kita kan tidak mungkin mengecek satu persatu. Jadi kerja sama yang baik juga teman-teman ojek online kan kadang di titik penyekatan antrian panjang jaid dimohon kesabarannya," ujar Sambodo.

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ridwan Kamil: Zona resiko sedang Jabar 92 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar