Anggota DPR ajak masyarakat menahan diri tak mudik di Idul Adha

Anggota DPR ajak masyarakat menahan diri tak mudik di Idul Adha

Anggota MPR RI sekaligus anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen. ANTARA/HO.

Kita semua perlu menahan diri, menaati protokol kesehatan agar pandemik bisa segera teratasi
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen mengajak masyarakat untuk bisa menahan diri dengan tidak mudik pada Hari Raya Idul Adha 2021 ini.

"Kita semua perlu menahan diri, menaati protokol kesehatan agar pandemik bisa segera teratasi," kata Muchamad Nabil Haroen dalam keterangannya di Jakarta, Minggu. Menurut dia larangan mudik harus efektif, kemudian edukasi publik juga menjadi sangat penting. Selain itu, pemberlakuan PPKM darurat bisa menjadi dasar kebijakan yang jelas untuk mempertegas larangan mudik.

"Terkait larangan mudik, ini sifatnya pencegahan madharat. Pemerintah berusaha menjaga keseimbangan antara wilayah kebijakan dan wilayah agama. Di sisi lain, PPKM darurat masih berlaku, jadi ini penting untuk mengatasi pandemik saat ini," kata dia.

Baca juga: ACT masifkan distribusi hewan kurban dan operasi pangan gratis

Baca juga: Ketua DPD minta masyarakat patuhi pembatasan aktivitas libur Idul Adha 
Kemudian Muchamad Nabil Haroen juga mengajak masyarakat untuk menyelenggarakan Shalat Id dengan keluarga masing-masing di rumah, hal itu mengingat kondisi pandemik yang belum mereda.

"Terkait Idul Adha, karena masih pandemik, ibadah yang sifatnya kerumunan harusnya dihindari dulu. Kan bisa shalat di rumah bersama keluarga, itu fadhilah-nya juga besar. Lebih baik menjaga diri dari pada merugikan orang lain, pesan agama jelas dalam hal ini," ucap dia. Menurut dia kebijakan PPKM darurat sudah sangat cukup untuk saat ini untuk diterapkan. Hal yang perlu ditingkatkan menurut dirinya adalah soal teladan dari para pemimpin, serta konsistensi dalam penegakan aturan.

"Aparat keamanan juga harus telaten dan sabar untuk bersama-sama warga saling kerja sama dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Intinya, semua pihak punya kontribusi dan tanggung jawab masing-masing di tengah pandemik ini," ujarnya. Kebijakan PPKM darurat lanjut dia sudah sangat jelas penerapannya, tapi memang pelaksanaannya di lapangan perlu dirapikan.

"Khususnya, terkait dengan penegakan aturan atas warga kecil yang berdagang, harus ada pendekatan khusus jangan sampai sewenang-wenang," tutur-nya.

Baca juga: Wapres imbau umat Islam Salat Idul Adha di rumah

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Muhammadiyah Malaysia kurban 15 sapi dan 12 kambing

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar