counter

Musisi Asean Semarakkan Ambon Jazz 2010

Ambon (ANTARA News) - Sejumlah musisi dari beberapa negara kawasan Asean tampil menyemarakkan hari kedua Ambon Jazz Plus Festival (AJPF) 2010, Sabtu malam.

Musisi yang tampil pada malam Asean di panggung "pala" yakni Andre Hehanussa dengan grup bandnya, penyanyi Philipina Maribeth serta grup International Council Of Museums (ICOM) Malaysia serta Margie Siegers yang dijuluki "Singa Betina" musik jazz Indonesia.

Mereka tampil menghibur ratusan penonton yang hadir memenuhi 40 persen tempat duduk di gedung teater tertutup Taman Budaya, Karang Panjang, Ambon.

Penampilan para musisi di panggung Asean dibuka Andre Hehanussa mampu menyihir para penonton, kendati penampilannya itu merupakan yang kedua kalinya, karena sehari sebelumnya juga sempat tampil.

Andre mampu membangkitkan suasana gembira para penonton baik orang tua maupun kawula muda, termasuk Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Dirjen Kerjasama Asean serta sejumlah duta besar (Dubes) yang hadir.

Penyanyi berdarah Ambon ini menyanyikan Kuta Bali, Karena Ku Tau Engkau Begitu (KKEB) serta ditutup dengan tembang Bidadari, di mana setiap personel band yang dipimpinnya itu mampu menunjukkan kualitasnya memainkan setiap alat musik.

Andre pun menampilkan kepiawaian olah vokal dan permainan gitar akustik yang prima untuk mengimbangi musisi asal Belanda berdarah Maluku, Nicky Manuputty yang mampu menunjukkan kualitasnya meniup saksofon dengan alunan nada yang melengking.

Maribeth


Sebelum mengakhiri penampilannya, Andre memanggil penyanyi yang pernah berduet dengan Julio Iglesias, Maribeth. Pelantun tembang "Denpasar Moon" pun tampil menawan.

Maribeth tampil 15 menit untuk menghibur penonton termasuk para Dubes dengan melantunkan dua lagu dengan apik yakni "My Way" dan "Denpasar Moon" yang pernah hits di tahun 1993.

Saat membawakan lagu Denpasar Moon ia mengajak penonton yang hadir untuk berjoget bersama termasuk Gubernur Karel Albert Ralahalu, Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun, serta para Dubes.

Usai menyanyikan dua buah lagu tersebut, pemenang Voice of Asia tahun 1991 itu hendak meninggalkan panggung, tetapi kemudian diajak Andre Hehanusa untuk berduet dan menyanyikan lagu Ambon sebagai "hadiah" bagi para penonton yang hadir.

Andre pun membimbing Maribeth menyanyikan lagu daerah Maluku "Sio Mama" dan disambut tepuk tangan meriah para penonton. "Saya diajak kak Andre bernyanyi lagu Ambon dan latihannya baru dilakukan tadi pagi, namun saya bangga bisa bernyanyi tampil di ajang ini," kata Maribeth.

Usai tampil berduet dengan penyanyi asal Filipina itu, Andre Hehanussa mengajak peniup saksofon Nicky Manuputty serta Joji Leiwakabessy (kibor) untuk bermain musik bersama mengiringi penyanyi jazz asal Ambon Margie Siegers.

Margie pun tidak menyia-nyiakan kesempatan langka itu untuk menyanyikan sejumlah lagu jazz termasuk dua lagu khas Maluku yakni "Sio Mama" dan "Beta Berlayar Jauh" yang sudah diaransir ulang.

Paduan suling para ibu dari Jemaat GPM Perta, Karang Panjang Ambon juga tidak ketinggalan tampil di perhelatan Ambon jazz, sekaligus menghibur para penonton dengan tiupan suling serta tabuhan tifa. Mereka membawakan dua lagu yakni "Dari Sabang Sampai Merauke" serta "Sayang Kane".

Sedangkan grup musik ICOM Malaysia juga tampil di panggung pala dengan membawakan istrumen musik medley. Lima pemain musik berusia muda itu--dua diantaranya adalah mahasiswa Indonesia yang berlajar di institut tersebut.

Mereka terdiri dari Alif (gitar), Fery (bass), Timothy dan Kishen (Keyboard), Reza (cello) dan David pada drum. "Kami sangat senang dan bangga bisa diundang tampil di AJPF, karena ini merupakan kebahagiaan bagi kami bisa tampil satu event dengan musisi kelas internasional," kata Reza salah satu personel Icom.

Hari terakir AJPF 2010 dengan titel "Living As 1" yakni Minggu (10/10) akan menghadirkan musisi Maya Hassan, Christian Alexanda (Australia) dan Sergio Camacho Y La Luna Nueva (Thailand) serta Faris RM.

(ANT-183*KR-IVA/S026)

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2010

Komentar