Startup Desty dapat suntikan 3,2 juta dolar AS

Startup Desty dapat suntikan 3,2 juta dolar AS

Manajemen Desty. (ANTARA/HO-Desty)

Jakarta (ANTARA) - Desty, startup Indonesia yang menyediakan solusi social commerce, mendapatkan suntikan modal melalui pendanaan putaran pra seri-A yang nilainya Rp46 miliar atau 3,2 juta dolar AS.

Putaran pendanaan itu diperoleh dari investor yang dipimpin oleh 5Y Capital (sebelumnya bernama Morningside Venture Capital), perusahaan modal ventura ternama dari China yang juga menjadi investor utama perusahaan terkemuka seperti Xiaomi dan Kuaishou.

Pendanaan untuk Desty sekaligus menandai investasi pertama 5Y Capital di Indonesia. Investor lain yang turut berpartisipasi dalam pendanaan ini adalah Fosun RZ Capital, January Capital, IN Capital, serta East Ventures yang juga menjadi investor tahap awal.

"Saat ini, fokus utama kami adalah untuk melayani penjual dan pengguna yang telah tergabung di ekosistem Desty. Tujuan kami hanya satu, yakni memastikan mereka bisa mengembangkan bisnisnya secara efisien," kata Co-Founder dan CEO Desty, Mulyono, dalam pernyataan resmi, Senin.

Baca juga: Kominfo buka Startup Studio Indonesia gelombang tiga

Baca juga: Program StartUP Campus ajak mahasiswa jadi pendiri perusahaan rintisan


Desty adalah platform digital yang membantu penjual (merchant), influencer, dan kreator untuk membuat sebuah destinasi online guna memasarkan dan menjual produk mereka. Pengguna Desty dapat membuat situs mini untuk diletakkan pada tautan di bio media sosial ataupun membangun toko online hanya dalam beberapa menit, secara gratis.

Diluncurkan pada Oktober 2020, startup ini bertumbuh pesat menjadi penyedia tool social commerce terdepan di Indonesia dengan ratusan ribu pengguna.

Dipimpin oleh Mulyono Xu (CEO) dan Bill Wang (COO)--yang merupakan pengusaha berpengalaman dengan rekam jejak panjang di bidang e-commerce dan investasi startup--Desty akan menggunakan pendanaan baru ini untuk dua tujuan utama, yakni ekspansi tim dan akuisisi pengguna.

Untuk merevolusi industri e-commerce Indonesia, startup ini mengumpulkan talenta kelas dunia di satu atap. Tim Desty terdiri dari talenta yang memiliki pengalaman bekerja di perusahaan teknologi raksasa seperti Alibaba, Facebook, Google, Bukalapak, dan Canva.

Saat ini, Desty memiliki dua penawaran utama, yaitu Desty Page dan Desty Store. Desty Page merupakan layanan landing page yang dioptimalkan untuk tautan pada akun media sosial khususnya Instagram. Sementara itu, Desty Store menyediakan platform bagi pengguna untuk membuka toko online dengan mudah, sebagai pelengkap kanal penjualan di marketplace.

Sebagai pilar pendukung, Desty juga mendirikan Desty Academy, yang merupakan sumber informasi dan pelatihan utama untuk membantu pengguna Desty mengembangkan bisnis mereka dengan petunjuk praktis, tips dan trik, serta studi kasus.

"Desty menyediakan platform yang memungkinkan para penjual masa kini untuk go digital hanya dalam waktu lima menit. Kami telah berinvestasi di perusahaan serupa di India dan Tiongkok, dan solusi ini menciptakan nilai tambah yang sangat berdampak bagi masyarakat. Dengan tim yang solid di belakang Desty, kami yakin mereka dapat mengubah industri usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia dan Asia Tenggara," kata Tej Kapoor, Co-Executive President Fosun RZ Capital.

"Kami yakin Desty bisa menjadi infrastruktur untuk tautan di industri e-commerce Asia Tenggara dan berkontribusi dalam menciptakan ekosistem yang lebih baik di mana sosial, konten, dan transaksi e-commerce terhubung lebih erat," jelas Hanson Hu, VP of Investment 5Y Capital.

Dalam waktu singkat, Desty berhasil meraih kepercayaan dari banyak pengguna ternama, salah satunya adalah Lesti Kejora, penyanyi Indonesia yang memiliki lebih dari 21 juta follower di Instagram. Ia menggunakan aplikasi Desty untuk mempromosikan brand kecantikannya, Purnama Beauty.

"Desty Store membantu meningkatkan efisiensi penjualan ritel dan reseller Purnama Beauty. Hanya dengan beberapa klik, pembeli dan reseller kami di seluruh Indonesia bisa mendapatkan produk Purnama Beauty dengan aman dan mudah," kata Lesti.

Baca juga: Tips sukses jadi "software engineer" di perusahaan teknologi

Baca juga: Telkomsel kembangkan talenta digital lewat DIGIHACKACTION

Baca juga: Telkom-Gojek akselerasi pengembangan startup muda di KTI

Pewarta: Suryanto
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar