Kawasan penyangga di Kota Batam zona merah COVID-19

Kawasan penyangga di Kota Batam zona merah COVID-19

Data sebaran COVID-19 Kota Batam, Provinsi Kepri. (FOTO ANTARA/HO-Gugus Tugas COVID-19 Batam)

Tidak hanya di Belakangpadang, COVID-19 juga sudah menyebar ke dua kecamatan penyangga lainnya, yakni Bulang dan Galang, yang merupakan zona merah muda, dengan 13 orang dan 17 orang yang masih dalam perawatan
Batam (ANTARA) - Gugus Tugas COVID-19 Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menyatakan kawasan penyangga di kota itu, yang terdiri atas pulau-pulau kecil, Kecamatan Belakangpadang, merupakan zona merah COVID-19 dengan 30 orang warga aktif positif COVID-19, Senin.

Tidak hanya di Belakangpadang, COVID-19 juga sudah menyebar ke dua kecamatan penyangga lainnya, yakni Bulang dan Galang, yang merupakan zona merah muda, dengan 13 orang dan 17 orang yang masih dalam perawatan. Sedangkan seluruh kecamatan di pulau utama, berzona merah .

Dalam data yang dibagikan Kepala Dinas Kominfo Batam Azril Apriansyah di Batam  disebutkan pada Senin (19/7) ini saja tercatat tambahan 373 warga terkonfirmasi positif COVID-19, sehingga totalnya menjadi 19.683.

Dari kasus baru itu, 274 di antaranya konfirmasi bergejala, 89 tanpa gejala, satu perjalanan impor, dan sembilan konfirmasi kontak.

"Tambahan sembuh 375 orang, kumulatif 15.926 orang," katanya.

Tercatat juga tambahan delapan orang meninggal pada hari ini, sehingga totalnya 457 orang.

Dengan begitu, 3.300 orang masih aktif COVID-19. Sebanyak 2.362 orang menjalani isolasi mandiri, 283 orang diisolasi di asrama haji, tiga orang isolasi di Bapelkes, dan lainnya dirawat di 15 rumah sakit rujukan.

"Tingkat kematian 2,322 persen, tingkat kesembuhan 80,912 persen, dan tingkat kasus aktif 17,766 persen," demikian Azril Apriansyah.

Baca juga: Batam catat rekor tambahan 523 kasus positif COVID-19

Baca juga: BOR RS meningkat, Batam optimalkan penanganan COVID-19 di asrama haji

Baca juga: Satgas: 17.875 warga positif COVID-19 di Batam

Baca juga: Batam seleksi ketat relawan setelah kasus sertifikat vaksinasi palsu

 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar