Dewa Budjana rilis "Naurora", mewakili harapan di tengah pandemi

Dewa Budjana rilis "Naurora", mewakili harapan di tengah pandemi

Gambar pada sampul album "Naurora" Dewa Budjana. (ANTARA/HO-Dewa Budjana)

Jakarta (ANTARA) - Musisi Dewa Budjana resmi merilis album terbaru bertajuk “Naurora” yang berisi lima lagu instrumental berkolaborasi dengan musisi internasional ternama.

Budjana mengatakan "Naurora" merupakan representasi harapan di tengah pandemi. Saat melewati masa-masa yang gelap, maka suatu hari terbuka cahaya baru dan terang yang membawa kebaikan bagi semua orang.

Naurora adalah new aurora. Saya pikir ini adalah cahaya yang baru dan akan muncul setelah kita melewati masa pandemi,” ujar gitaris Gigi itu dalam konferensi pers virtual, Senin.

“Apa pun yang dilewati hari-hari kemarin, seperti kehilangan keluarga dan teman, semoga tidak berlanjut dan kita bisa memulai kehidupan yang baru,” kata Dewa Budjana menyampaikan harapannya.

Baca juga: "Kmalasana", karya terbaru Dewa Budjana di tengah pandemi

Sebelumnya, Dewa Budjana telah merilis tiga single yang terdapat dalam album "Naurora".

Ia bercerita bahwa album ini mulai digarap sejak Agustus tahun lalu, diawali dengan rilis single “Kmalasana” pada bulan Oktober 2020 dan single “Blue Mansion” pada bulan Desember 2020.

Kemudian lagu “Swarna Jingga” yang menjadi single ketiga diluncurkan pada tanggal 17 Maret 2021. Terakhir, lagu “Naurora” dan “Sabana Shanti” dirilis bulan ini.

Dewa Budjana memperoleh inspirasi lagu-lagu di dalam "Naurora" melalui perjalanan naik gunung di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dilakukannya saat awal pandemi.

“Walaupun di dalam keseharian saya tetap bisa lihat pohon, jalan-jalan di sekitar rumah, dan saya juga hobi jogging sambil melihat alam, tapi saya merasa perlu melihat suasana tempat yang berbeda waktu itu,” ceritanya.

Baca juga: Tantangan "konser online" bagi Dewa Budjana dan Indra Lesmana

Salah satu tempat yang paling berkesan bagi Budjana adalah Gunung Lawu. Menurutnya, Lawu menyimpan sejuta misteri. Di sana kita juga akan melewati banyak keindahan, seperti warna dan waktu, flora juga fauna.

“Saya menemukan ide Sabana Shanti saat berjalan di area sabana. Saat itu kita bisa menemukan momen berjalan melewati hutan yang gelap tiba-tiba bertemu sabana yang semuanya serba kuning,” tutur Budjana.

Lanjutnya, kata “Shanti” memiliki makna damai. Saat bertemu dengan sabana di dalam perjalanan, maka rasa kedamaian pun akan muncul.

Namun, ia juga mengatakan setiap orang yang mendengar karya ini boleh menginterpretasikannya dengan bebas. “Karena ini karya instrumental, kita bisa multitafsir. Boleh diartikan sendiri,” tambahnya.

Album "Naurora" diproduseri oleh Mehsada Indonesia. Desain cover album difoto khusus oleh Tompi dan musik video disutradarai Jay Subiyakto.

Kini, album "Naurora" sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital dan 200 CD edisi khusus tanda tangan Dewa Budjana sudah dirilis pada periode pembelian 23-28 Juni 2021.

Baca juga: Diproduseri Dewa Budjana, Andrea Turk rilis album ketiga "Blue Honey"

Baca juga: "Satu Jalan", kolaborasi Dewa Budjana dan 14 musisi untuk lawan corona

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar