Zona merah COVID-19 di Sulteng bertambah menjadi delapan daerah

Zona merah COVID-19 di Sulteng bertambah menjadi delapan daerah

Seorang keluarga pasien berjalan di depan pintu gedung perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Anutapura di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/7/2021). Rumah sakit yang dikelola Pemerintah Kota Palu itu terpaksa menutup sementara layanan pada ruang intermediate, Poli Saraf dan Poli Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) untuk meminimalisir penyebaran virus corona menyusul terinfeksinya 12 tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/nz

Palu (ANTARA) - Zona merah atau zona dengan resiko tinggi terpapar dan tertular COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) bertambah menjadi delapan daerah.

Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng mencatat delapan daerah itu yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Poso, Tojo Una-Una, Morowali, Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.

"Kasus aktif COVID-19 di Palu saat ini 523 kasus atau 523 orang positif terpapar COVID-19 dan kini menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan setempat,"kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming, Senin.

Selanjutnya terdapat 275 kasus aktif COVID-19 di Sigi, 386 kasus aktif di Poso, 142 kasus aktif di Tojo Una-Una, 184 kasus aktif di Morowali, 550 kasus aktif di Banggai, 70 kasus aktif di Banggai Kepulauan dan 24 kasus aktif di Banggai Laut.

"Sementara itu lima daerah masuk kedalam zona orange atau zona dengan risiko sedang terjadi penularan dan penyebaran COVID-19. Lima daerah itu antara lain Kabupaten Tolitoli, Buol, Donggala, Parigi Moutong dan Morowali Utara,"ujarnya.

Di Tolitoli terdapat 153 kasus aktif COVID-19, Buol 41 kasus aktif, 75 kasus aktif di Donggala, 228 kasus aktif di Parigi Moutong dan 210 kasus aktif di Morowali Utara.

"Secara kumulatif sudah 17.065 orang yang terpapar COVID-19 di Provinsi Sulteng. Dari 17.065 orang tersebut, 13.726 orang dinyatakan telah sembuh, 478 orang meninggal dunia dan 2.861 pasien masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan setempat,"terangnya.

Selain itu ada 624 sampel swab yang saat ini masih dalam pemeriksaan.
Haris berharap hasil pemeriksaan 624 sampel usap tersebut negatif agar tidak terjadi ledakan kasus COVID-19 di Sulteng.

Olehnya ia mengimbau masyarakat agar taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan agar tidak terpapar.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan di Sulteng," katanya.

Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Sebuah desa di Sigi Sulteng diterjang banjir bandang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar