Pupuk Kaltim salurkan 30 ton oksigen medis ke rumah sakit di Bontang

Pupuk Kaltim salurkan 30 ton oksigen medis ke rumah sakit di Bontang

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melalui program PKT Proaktif, menyalurkan bantuan 30 ton oksigen medis dalam mendukung optimalisasi penanganan pasien COVID-19 di puskesmas dan rumah sakit di Kota Bontang. ANTARA/HO-PKT.

Bantuan 30 ton oksigen medis ini untuk kebutuhan satu bulan ke depan. Jika kebutuhan masih tinggi, PKT siap untuk menambah pasokan agar tidak terjadi kelangkaan oksigen medis di Bontang
Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melalui program PKT Proaktif, menyalurkan bantuan 30 ton oksigen medis untuk mendukung penanganan pasien COVID-19 di puskesmas, tempat isolasi dan rumah sakit di Kota Bontang.

"Bantuan 30 ton oksigen medis ini untuk kebutuhan satu bulan ke depan. Jika kebutuhan masih tinggi, PKT siap untuk menambah pasokan agar tidak terjadi kelangkaan oksigen medis di Bontang,” kata VP Humas PKT Tommy Johan Agusta, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Bantuan ini merupakan kesinambungan kontribusi PKT untuk mendukung Pemkot Bontang dalam pengendalian COVID-19, agar kebutuhan oksigen yang terus meningkat di puskesmas maupun rumah sakit dan tempat isolasi di rusunawa Bontang, dapat terpenuhi dengan baik.

Program ini bagian dari implementasi dukungan kebijakan Kementerian BUMN, dengan aktif berkontribusi membantu pemerintah dan masyarakat melalui penyediaan oksigen secara maksimal.

Pasokan oksigen PKT dipastikan Tommy tersedia dengan baik, dengan sebaran penyaluran tak hanya dimaksimalkan di Bontang, tapi juga disiapkan untuk seluruh rumah sakit di Kalimantan Timur.

“Tambahan tabung dan regulator masih dalam proses, semoga dalam waktu dekat sudah bisa kita salurkan. Intinya untuk pasokan oksigen kami pastikan selalu ada,” tambah Tommy.

Dalam program ini, PKT berkolaborasi dengan PT Surya Biru Murni (SBM) dalam pengambilan dan pengiriman tabung oksigen.

Sejauh ini, langkah proaktif pengendalian COVID-19 di Bontang telah dilaksanakan PKT dengan berbagai upaya, diantaranya peningkatan kapasitas RS PKT dengan pengadaan alat apherisis untuk donor plasma konvalesen.

Selanjutnya, penambahan ruang ICU bagi pasien COVID-19, penyaluran extra fooding dan APD bagi pejuang medis di RSUD Bontang, bantuan paket sembako bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, hingga dukungan extra fooding bagi petugas gabungan selama PPKM Darurat.

Kepala Dinkes Bontang Bahauddin, mengatakan bantuan oksigen sangat dibutuhkan untuk penanganan pasien di seluruh RS dan fasilitas kesehatan hingga safe house COVID-19, seperti di rusunawa Guntung Bontang Utara. Apalagi selama second wave terjadi, banyak pasien dengan gejala sedang maupun berat mengalami penurunan kondisi, sehingga butuh oksigen untuk penanganan secara optimal.

"Dengan kepastian pasokan oksigen dari PKT, kami jelas sangat terbantu agar kebutuhan pasien dengan berbagai karakteristik gejala bisa terpenuhi. Salah satunya pasien di rusunawa Guntung yang kini juga mulai tinggi permintaan oksigennya,” ujar Bahauddin.

Dirinya berharap dukungan lanjutan PKT dapat mengantisipasi keterbatasan regulator dan tabung oksigen, mengingat ketersediaan unit yang dimiliki Pemkot Bontang dikhawatirkan tidak mampu memenuhi tingginya kebutuhan, seiring penambahan pasien dengan beragam gejala klinis setiap hari.

"Kami sangat berharap regulator dan tambahan tabung oksigen dari PKT bisa terealisasi dalam waktu dekat. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kontribusi PKT yang terus membantu pemerintah secara maksimal untuk penanganan COVID-19,” katanya.

Baca juga: PKT garap pengolahan CPO sebagai diversifikasi usaha
Baca juga: PKT dan BRI kolaborasi sediakan pendanaan distributor pupuk
Baca juga: Pupuk Kaltim distribusikan 1,7 juta ton pupuk pada kuartal I 2021

Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pupuk Kaltim dampingi petani tingkatkan produksi kakao

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar