Nakes Thailand telusuri kanal jangkau pasien COVID-19 daerah terpencil

Nakes Thailand telusuri kanal jangkau pasien COVID-19 daerah terpencil

Petugas kesehatan masyarakat membawa tes swab penyakit virus corona (COVID-19) kepada warga yang tinggal di daerah terpencil, di tengah naiknya jumlah infeksi penyakit virus corona, di Samut Prakan, dekat Bangkok, Thailand, Senin (19/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Soe Zeya Tun/hp/cfo.

Saya cemas karena kami tidak memiliki petugas kesehatan yang cukup untuk merawat pasien
Samut Prakan (ANTARA) - Dilengkapi dengan baju APD, masker, dan penutup wajah, dua tenaga kesehatan Thailand secara perlahan menaiki perahu kecil yang menunggu di alang-alang di tepi kanal perdesaan.

Ini merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa masyarakat terpencil di Samut Prakan, provinsi di pinggiran ibu kota Bangkok, mendapat akses untuk melakukan pemeriksaan saat negara tersebut berjuang memperlambat laju penyebaran COVID-19.

Para nakes menelusuri kanal kecil ini setiap hari, memeriksa kesehatan masyarakat dan melakukan tes usap hidung dan tenggorokan pada pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri, di sebuah desa yang sudah terisolasi.

Baca juga: Kasus COVID-19 naik, Thailand larang kumpul-kumpul di seluruh wilayah

"Sejumlah daerah di desa tersebut tidak dapat diakses melalui darat, sehingga kami perlu menggunakan perahu atau rakit untuk memeriksa pasien COVID-19," kata pejabat kesehatan masyarakat Charoenrat Chaibut.

Sekitar 10 persen dari 60 keluarga di desa tersebut terinfeksi COVID-19, seperti yang diperkirakan otoritas kesehatan.

Thailand melaporkan 11.784 kasus COVID-19 pada Senin (19/7), rekor empat hari berturut-turut, saat pihaknya menangani wabah terparah dan terlama hingga saat ini.

Masyarakat setempat turut membantu dengan menyediakan transportasi--sebuah perahu kayu kecil bermesin dan memiliki baling-baling.

Baca juga: AstraZeneca minta Thailand perpanjang tenggat pengiriman vaksin

"Saya melakukan ini untuk pasien sebab perjalanannya agak sulit dan saya senang karena masyarakat memberi kami akomodasi," kata Charoenrat.

Meski mereka dapat menjangkau pasien saat ini, Charoenrat khawatir bahwa virus terus menyebar bahkan di daerah-daerah terpencil ini.

"Saya cemas karena kami tidak memiliki petugas kesehatan yang cukup untuk merawat pasien," katanya. "Jumlah kasus dan orang-orang yang menunggu untuk disembuhkan terus bertambah."

Sumber: Reuters

Baca juga: Proyeksi kasus COVID-19 capai 30 ribu, Thailand peringatkan warganya
Baca juga: Thailand perluas area penguncian saat kasus COVID-19 melonjak

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pasien sembuh COVID-19 bertambah 1.372 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar