Batam (ANTARA News) - Pelayanan yang diberikan perusahan penerbangan Saudi Arabian Airlines kepada jamaah calon haji Indonesia mengecewakan, kata anggota Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini.

"Keterlambatan keberangkatan jamaah betul-betul keterlaluan. Saudi Arabian Airlines mengecewakan," kata Jazuli usai melepas pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Hang Nadim Batam, Selasa.

Jadwal keberangkatan jamaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang pertama Embarkasi Hang Nadim Batam tertunda 16 jam karena masalah teknis.

Seharusnya, berdasarkan jadwal, kloter I Embarkasi Hang Nadim Batam berangkat Senin (12/10) pukul 10.00 WIB. Namun, karena masalah teknis, maka keberangkatan direncanakan Selasa (13/10), pukul 02.00 WIB.

Jazuli mengatakan pemerintah harus tegas menyikapi keterlambatan pesawat oleh perusahaan penerbangan SAL.

Komisi VIII, kata dia, akan melaksanakan rapat pleno yang membahas SAL.Menurut dia, SAL semena-mena melayani jamaah haji, karena proses proyek melalui tunjuk langsung, bukan lelang.

"Kalau tunjuk langsung, dia jadi semena-mena, tidak melayani dengan baik, karena sudah ada keyakinan akan dipakai lagi," kata Jazuli.

Jazuli mengatakan seharusnya pemerintah melakukan lelang kepada perusahaan penerbangan yang akan melayani jamaah haji."Kalau lelang, maskapai akan melakukan yang terbaik," kata dia.

Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan meminta pemerintah untuk mengevaluasi pelayanan SAL.

"Saya harap delay(penundaan, red) hanya terjadi kloter pertama ini. Selanjutnya tidak lagi," kata Gubernur.

Sementara itu, perwakilan SAL, Sumista mengatakan mengupayakan agar kloter selanjutnya tidak terlambat."Insya Allah, kami upayakan," kata dia.

Pesawat mengalami masalah teknis saat berada di Jeddah, sehingga tidak bisa menjemput jamaah Embarkasi Batam sesuai jadwal.

Kepada jamaah, Saudi Arabian Airlines memberikan makan siang dan malam. Pihak perusahaan juga menyiapkan makanan dan minuman ringan kepada jamaah.
(Y011/A011)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010