KLHK: Ekonomi sirkular dapat jadi solusi konkret persoalan sampah

KLHK: Ekonomi sirkular dapat jadi solusi konkret persoalan sampah

Tangkapan layar dari Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar dalam diskusi virtual Forum Ekonomi Sirkular Indonesia ke-4, Jakarta, Rabu (21/7/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Saya punya keyakinan sirkular ekonomi ini akan menjadi solusi konkret buat menyelesaikan persoalan sampah
Jakarta (ANTARA) - Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan ekonomi sirkular dapat menjadi solusi nyata bagi isu soal pengelolaan sampah di Indonesia.

"Saya punya keyakinan bahwa sirkular ekonomi ini memang akan menjadi solusi yang konkret buat menyelesaikan persoalan-persoalan sampah di Indonesia," ujar Novrizal dalam diskusi virtual di Forum Ekonomi Sirkular Indonesia ke-4, dipantau dari Jakarta, Rabu.

Baca juga: KLHK pastikan implementasikan kebijakan dukung ekonomi sirkular

Ekonomi sirkular, yang mengusung sifat berkelanjutan seperti daur ulang dan pemanfaatan kembali produk, kini menjadi narasi besar dan konsep besar di Indonesia sebagai salah satu solusi pengurangan sampah.

Novrizal mengatakan kini ekonomi sirkular memiliki berbagai pemangku kepentingan, termasuk mulai masuknya lembaga dan institusi keuangan dalam ekosistemnya.

Baca juga: KLHK apresiasi Sumbar selesaikan persoalan okupasi hutan

Dia menyebut beberapa lembaga perbankan sudah menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan pembiayaan pelaku ekonomi sirkular. Baik di hilirnya seperti sektor industri daur ulang maupun di hulu seperti sistem pengumpulan material mentah.

"Membesarkan ekosistem ini semakin konkret kita lakukan dengan komitmen dari lembaga-lembaga pembiayaan," tegasnya.

Baca juga: KLHK: Timbulan sampah plastik di laut turun beberapa tahun terakhir

Dia juga menyampaikan apresiasi terhadap nota kesepahaman yang diteken oleh Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) dengan McKinsey.org, ecoBali Recycling dan Bali PET yang ditandatangani di awal diskusi untuk memperluas komitmen kerjasama terkait pengelolaan sampah kemasan dan praktik ekonomi sirkular di Indonesia.

Usaha itu diharapkan dapat mengakselerasi target dari pemerintah untuk mengurangi timbulan sampah sebesar 30 persen dan meningkatkan penanganan sampah sampai dengan 70 persen.

Selain mencapai target pengurangan sampah plastik di laut sebesar 70 persen pada 2025 dan bebas sampah plastik sekali pakai pada 2030.

Baca juga: KLHK dorong akselerasi lingkungan hidup lestarikan sumber daya alam
 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar