Yogyakarta (ANTARA News) - Mesir ingin mengembangkan hubungan dagang dan pendidikan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, karena provinsi itu dikenal sebagai sentra kerajinan dan kota pelajar, kata Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed El Kewaisny.

"Saya menunggu jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengetuk kantor saya agar kita bisa membicarakan hubungan dagang dan pendidikan Mesir-DIY lebih intensif," katanya, di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia saat bertemu Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX dan Ketua Kadin DIY Nur Achmad Affandi, Mesir merupakan pasar yang sangat potensial untuk produk mebel, batik, dan barang-barang kerajinan lainnya.

"Apalagi Mesir bisa diakses dengan mobil dari beberapa negara di sekitarnya, bahkan dengan Italia, Spanyol, dan beberapa negara Eropa lainnya," katanya.

Ia mengatakan Kadin DIY juga bisa ikut pameran pada "International Fair"di Kairo yang diselenggarakan setiap bulan Maret. Jika Kadin DIY berkeinginan ikut pameran tersebut pihaknya akan memfasilitasi," katanya.

Pihaknya juga menawarkan beasiswa untuk mahasiswa asal DIY yang ingin belajar di Mesir. "Dengan beasiswa mereka dapat belajar di perguruan tinggi di Mesir secara gratis," katanya.

Ia mengatakan setiap tahun Mesir menerima 100 mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, dan universitas lainnya.

"Hal itu menunjukkan hubungan Mesir dan Indonesia terjalin baik. Hubungan historis yang terbangun lama membuat hubungan Mesir-Indonesia sangat dekat," katanya.

Paku Alam IX mengatakan DIY memiliki produk unggulan di sektor kerajinan seperti gerabah, batik, wayang kulit, dan mebel yang layak dikembangkan, dan diekspor ke Mesir.

"Kami menyambut baik tawaran kerja sama dari Dubes Mesir untuk Indonesia. Kami akan menindaklanjuti tawaran itu agar dapat direalisasikan," katanya.(*)

(U.B015/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010