Dua tenaga kesehatan di Jember meninggal karena COVID-19

Dua tenaga kesehatan di Jember meninggal karena COVID-19

Seorang analis Laborat Rumah Sakit Paru di Kabupaten Jember yang meninggal karena COVID-19 (ANTARA/ HO - RS Paru di Jember)

terus bertambah dari 27 orang pada Januari-Juni 2021, menjadi 37 orang hingga pertengahan Juli 2021
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Sebanyak dua tenaga kesehatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meninggal dunia karena terkonfirmasi positif COVID-19 dan puluhan tenaga kesehatan juga tertularr virus corona selama sepekan terakhir.

Mereka adalah bidan atau tenaga kesehatan di Puskesmas Silo 2 yang meninggal pada 13 Juli 2021 dan Analis Laborat Rumah Sakit Paru di Kabupaten Jember yang dimakamkan secara protokol COVID-19 pada 17 Juli 2021.

"Memang benar ada satu tenaga kesehatan kami yang gugur setelah hasil tes usapnya terkonfirmasi positif dan menjalani perawatan di ruang isolasi khusus (RIK) RS Paru sejak 8 Juli 2021," kata Plt Direktur RS Paru Jember dr Sigit Kusuma Jati saat dihubungi per telepon di Jember, Rabu.

Baca juga: Masjid Al Baitul Amien Jember tiadakan Shalat Idul Adha 1442 H

Menurutnya, total tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif sejak Januari hingga pertengahan Juli 2021 sebanyak 37 orang dengan rincian satu orang gugur, empat masih menjalani perawatan di ruang isolasi khusus RS Paru Jember dalam kondisi baik, dan sisanya sudah sembuh setelah menjalani isolasi mandiri.

"Jumlah tenaga kesehatan yang terkonfirmasi terus bertambah dari 27 orang pada Januari-Juni 2021, kemudian menjadi 37 orang hingga pertengahan Juli 2021," tuturnya.

Sementara di Puskesmas Silo 2 tercatat sebanyak 26 dari 78 tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan seorang bidan dalam kondisi hamil yang menjadi tenaga kesehatan di puskesmas setempat meninggal dunia.

Baca juga: Satgas COVID-19 Jember siagakan dapur umum untuk warga isolasi mandiri

Kepala Puskesmas Silo 2 dr Adi Widjaja mengatakan jumlah tenaga kesehatan di puskesmas setempat yang terkonfirmasi positif menjadi 26 orang dari total 78 orang yang bekerja di Puskesmas Silo 2, termasuk dirinya.

"Setelah kami lakukan tracing sejak Senin (19/7) tercatat 11 orang yang terkonfirmasi positif dan hari ini bertambah menjadi 26 orang, sehingga mempengaruhi pelayanan di puskesmas," katanya.

Ia mengatakan semua tenaga kesehatan di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Silo 2 terkonfirmasi positif pada Rabu, sehingga sementara waktu akan dilakukan penutupan pada Rabu sore.

Baca juga: Jember cetak rekor positif dan kematian tertinggi COVID-19

"Kami akan meminta petunjuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jember terlebih dahulu terkait dengan banyaknya tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif," ujarnya.

Menurutnya, sebanyak 26 orang yang terpapar virus corona tersebut kondisinya masih melakukan isolasi mandiri dan sudah disuplai obat-obatan dari Dinas Kesehatan untuk para tenaga kesehatan yang terpapar.

Baca juga: Pasien COVID-19 yang meninggal di Jember terus meningkat

Sementara itu, data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember mencatat jumlah dokter yang terkonfirmasi positif selama pandemi sejak Maret 2020 hingga awal Juli 2021 sebanyak 50 orang dan dua dokter di antaranya meninggal dunia berjuang melawan COVID-19.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jember, jumlah penambahan kasus positif pada Rabu ini sebanyak 90 kasus, pasien sembuh bertambah 48 orang, dan pasien yang meninggal sebanyak 29 orang.

Total kasus positif hingga 21 Juli 2021 sebanyak 9.758 kasus dengan kasus aktif mencapai 1.316 orang dengan rincian 868 dirawat di rumah sakit dan 448 menjalani isolasi mandiri, sedangkan total pasien sembuh menjadi 7.696 orang, dan meninggal dunia menjadi 746 orang.

Baca juga: Rekor penambahan positif COVID-19 di Jember capai 200 kasus sehari

 

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar