Alumnus IPB University paparkan perpajakan bagi UMKM dan e-Commerce

Alumnus IPB University paparkan perpajakan bagi UMKM dan e-Commerce

Dekan Sekolah Bisnis IPB University Prof Noer Azam Achsani dalam webinar bertema "Aspek Perpajakan Akuntansi dan Digital Marketing untuk UMKM". (ANTARA/HO-IPB University)

Transaksi e-commerce sangat berkembang di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Alumnus IPB University, Lala Krisnalia menyampaikan dalam transaksi perdagangan barang dan jasa tidak ada perbedaan perlakuan pajak antara Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan e-commerce.

"Pada prinsipnya, transaksi perdagangan barang dan jasa melalui sistem elektronik atau e-commerce sama dengan transaksi perdagangan barang dan jasa lainnya, tetapi berbeda dalam hal alat yang digunakan," kata Lala Krisnalia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Lala Krisnalia yang juga sebagai Fungsional Penyuluh Ahli Muda Kanwil DJP Jawa Barat III itu menyampaikan, kewajiban perpajakan UMKM dan e-commerce adalah mendaftarkan diri, menghitung dan membayar pajak, serta melaporkan seluruh kegiatan usaha dalam Surat Pemberitahuan.

Saat ini, lanjut dia, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyediakan layanan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) secara daring.

"Jenis penghasilan usaha dan total omzet mempengaruhi pajak penghasilan (PPh)," ujarnya dalam webinar bertema "Aspek Perpajakan Akuntansi dan Digital Marketing untuk UMKM".

Ia menambahkan terdapat beberapa model dalam penyelenggaraan transaksi e-commerce, yaitu Online Marketplace, Classified Ads, Daily Deals, dan Online Retail.

Baca juga: Penelitian mahasiswa IPB di Labuan Bajo temukan dampak kuat investasi

Baca juga: Pakar IPB jelaskan implementasi biosains hewan dalam ilmu pengetahuan


"Saat ini transaksi e-commerce sangat berkembang di Indonesia," katanya.

Dekan Sekolah Bisnis IPB University Prof Noer Azam Achsani menilai bahwa pengelolaan keuangan menjadi salah satu permasalahan UMKM.

"Uang untuk bisnis seringkali tercampur dengan uang pribadi dan uang rumah tangga. Manfaat akuntansi dan perpajakan sangat besar bagi UMKM," ujar Noer Azam Achsani yang juga Guru Besar IPB University pakar penataan keuangan internasional itu.

Ia menambahkan, salah satu konsentrasi yang dikembangkan IPB University adalah digital business.

"Harapan saya adalah kerja sama seperti ini selalu berlanjut ke depannya agar berguna bagi bangsa dan negara," katanya.

Baca juga: Sekolah Vokasi IPB University ajarkan mahasiswa hasilkan E-book

Baca juga: Mahasiswa IPB bantu UMKM Kota Bogor kembangkan website

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden Jokowi bagikan Banpres Produktif untuk 12,8 juta UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar