Adopsi bank digital diprediksi bakal jadi tren

Adopsi bank digital diprediksi bakal jadi tren

Aplikasi blu BCA Digital. (ANTARA/BCA)

Jakarta (ANTARA) - CEO BCA Digital, Lanny Budiati, mengatakan bank digital memiliki peluang besar untuk diadaptasi oleh masyarakat, terutama generasi muda dan para digital savvy (orang yang erat dengan teknologi digital), baik pada saat pandemi maupun masa depan.

"Adanya PPKM atau tidak, trennya sekarang memang lebih ke transaksi yang mudah dan digitalized. Masyarakat tidak kemana-mana, mereka lebih memilih untuk bertransaksi di handphone. Dan PPKM mendorong digitalisasi termasuk banking. Mereka lebih nyaman untuk menggunakan digital, karena bisa menghindari kerumunan, dan lainnya," kata Lanny dalam jumpa pers daring, Kamis.

Saat disinggung mengenai tantangan dan peluang bank digital di masa pandemi, Lanny mengatakan bahwa pandemi seakan mendorong adaptasi teknologi ke kehidupan sehari-hari dan gaya hidup masyarakat, meskipun memang terdapat berbagai tantangan terutama di sektor ekonomi.

Baca juga: BCA tawarkan API untuk pengusaha ritel

"Tidak dipungkiri bahwa virus corona varian Delta menghambat pertumbuhan di dunia maupun Indonesia, sehingga ada PPKM, dan berdampak signifikan ke berbagai sektor. Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah merevisi target pertumbuhan ekonomi dari 4,5 hingga 5,3 menjadi 3,7 hingga 4,5. Begitu pula dengan Bank Indonesia. BCA Digital tetap mencermati situasi yang berlangsung, dan semoga kasus COVID-19 cepat turun dan terkendali," ujar dia.

Dia melanjutkan, bank digital seperti blu dari BCA Digital menargetkan pengguna muda yang dekat dengan teknologi. Hal ini Lanny nilai juga merupakan keuntungan dan tantangan bagi penyedia layanan perbankan.

"Target kami adalah digital savvy, mereka yang muda dan berjiwa muda. Mereka adalah tipe yang dinamis dalam aspirasi dan kebutuhan, sehingga kita sebagai penyedia harus peka dan mendengarkan, memperkecil gap dari kebutuhan-kebutuhan itu," kata Lanny.

Baca juga: BCA yakini normal baru geser fungsi kantor cabang

"Strategi kami ke depan, kami ingin ada di mana mereka berada, tempat-tempat di mana mereka banyak main dan eksis. Anak-anak sekarang suka belanja online, nah karena itu kita juga hadir di e-commerce seperti Blibli. Kami akan kolaborasi dengan startup dan digital ecosystem yang banyak anak muda di sana," imbuhnya.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk menghadirkan layanan bank digitalnya melalui BCA Digital dengan nama blu untuk menyasar pasar milenial dan generasi Z.

blu merupakan nama aplikasi yang akan hadir sebagai mobile banking dari BCA Digital. Semua kegiatan perbankan bisa dilakukan melalui ponsel pintar, bahkan untuk pembukaan rekening nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang.

Ada pun sejumlah fitur blu antara lain blu-saving, blu-deposit, blu-gether, dan tarik tunai tanpa kartu melalui ATM BCA.

Baca juga: BCA Digital rilis Juli, Presdir BCA: Bank harus berwawasan digital

Baca juga: Blu, bank digital BCA sasar kalangan "digital savvy"

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menkeu: pendapatan BLU 2020 tumbuh hingga Rp69,68 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar