Disdik: Potensi sasaran vaksinasi anak SMP di Mataram 18.651 orang

Disdik: Potensi sasaran vaksinasi anak SMP di Mataram 18.651 orang

Ilustrasi: seorang anak antusias ikut kegiatan vaksinasi COVID-19 massal di depan Taman Sangkareang, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rabu (7/7-2021) (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Sebelum ada izin PTM dibuka, kita belum bisa melaksanakan vaksinasi anak di sekolah
Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan 18.651 siswa tingkat SMP negeri dan swasta se-Kota Mataram, menjadi potensi sasaran vaksinasi COVID-19 dari kalangan anak usia 12-17 tahun.

"Jumlah siswa itu merupakan data pokok pendidikan (dapodik) pada akhir Juni 2021," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Kamis.

Akan tetapi, ia mengatakan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun di sekolah hingga saat ini menunggu izin pembelajaran tatap muka (PTM).

Baca juga: Dispar Mataram akan buka posko vaksinasi bagi pelaku pariwisata

"Sebelum ada izin PTM dibuka, kita belum bisa melaksanakan vaksinasi anak di sekolah seperti yang kita rencanakan," katanya.

Disdik Kota Mataram sebelumnya merencanakan vaksinasi anak di sekolah dilaksanakan ketika mulai masuk tahun ajaran baru 2021/2022, yakni mulai Senin (19/7-2021).

Namun karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang sampai 25 Juli 2021, maka rencana vaksinasi anak di sekolah ditunda hingga ada izin PTM.

Baca juga: Dinkes Mataram: Vaksinasi anak 12-17 tahun masih tunggu juklak

Untuk melaksanakan vaksinasi di sekolah, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram, agar memberikan layanan vaksinasi siswa di sekolah.

"Tujuannya supaya vaksinasi lebih fokus, dan kita tidak membuat posko-posko seperti halnya kegiatan vaksinasi guru," katanya.

Dengan belum dapat dilaksanakannya vaksinasi di sekolah, Fatwir berharap para orang tua bisa mengajak atau mengarahkan anak-anak mereka untuk melakukan vaksinasi COVID-19 pada fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

Baca juga: RSUD Mataram siagakan puluhan petugas sukseskan vaksinasi massal

"Lebih cepat lebih baik untuk membentuk kekebalan tubuh anak. Jadi kalau menunggu izin PTM yang belum ada kepastian, kami harapkan orang tua bisa mengajak putra/putrinya datang ke faskes terdekat," katanya.

Selanjutnya, siswa yang sudah divaksin diharapkan melapork ke pihak sekolah. Dengan demikian, pihak sekolah memiliki data-data siswa yang belum dan sudah divaksin.

Vaksinasi COVID-19 untuk anak, tambahnya, sejalan dengan program vaksinasi guru sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada guru, siswa dan orang tua ketika PTM dimulai.

Baca juga: Vaksinasi lansia, RSUD Mataram-NTB buat tim penjemputan siang-malam

Baca juga: Kemenkes tambah target sasaran vaksinasi lansia Mataram jadi 22.000





 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kemenkes: Belum ada rencana vaksinasi tiga dosis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar