Olimpiade

Jordan/Melati perlu penguatan mental jelang laga pembuka di Tokyo

Jordan/Melati perlu penguatan mental jelang laga pembuka di Tokyo

Foto arsip - Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti lolos ke babak final Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan Prancis Thom Gicquel/Delphine Delrue dengan skor 21-16, 23-21 di Impact Arena, Bangkok, Sabtu (16/1/2021). ANTARA/HO-BWF/Erika Sawauchi/aa. (Badmintonphoto/BWF/Erika Sawauchi)

Jakarta (ANTARA) - Dua hari menjelang laga pembuka Olimpiade Tokyo 2020, pelatih timnas bulu tangkis Indonesia Nova Widianto menyebutkan faktor mental menjadi aspek yang perlu diperkuat, kepada pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang menjadi satu-satunya wakil Merah-Putih dalam nomor ganda campuran.

Jordan/Melati yang akan mengawali kampanye mereka dalam penyisihan Grup C dengan meladeni wakil Australia, Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville, Sabtu.

"Kondisi Jordan/Melati sejauh ini sudah sangat bagus. Latihannya sudah banyak ke teknik, latihan fisiknya sudah dikurangi. Di dua hari terakhir ini yang penting mentalnya harus siap," tutur Nova lewat keterangan resmi PBSI, Kamis.

Keputusan Nova memoles aspek mental Jordan/Melati merujuk kepada kenyataan yang dialami pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat berlaga dalam Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016.

Dia melihat Owi/Butet mencapai performa puncak saat di London, namun justru hasilnya tidak sesuai harapan dan gagal meraih medali emas. Sedangkan di Rio de Janeiro, Nova melihat kekuatan mental Owi/Butet lebih matang dan tak disangka menyabet emas.

Baca juga: Luhut Pandjaitan lepas timnas Atletik ke Olimpiade Tokyo

"Karena Olimpiade selama ini kalau saya lihat kadang-kadang orang yang ada di peak performance belum tentu bagus secara mental. Owi/Butet secara permainan di 2012 sudah bagus, tapi secara mental belum siap," kata dia.

Selain Simon/Gronya, Jordan/Melati juga bergabung bersama Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang) dan Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark).

Dalam pertandingan pertama, Nova menilai Jordan/Melati lebih unggul di atas kertas dari pada Simon/Gronya. Dia pun berharap anak didiknya bisa memanfaatkan laga pembuka untuk mencuri poin demi lolos dari fase penyisihan.

"Bertemu pasangan Australia di partai pertama harusnya jadi keuntungan bagi Jordan/Melati. Asal tidak lengah mereka bisa memanfaatkan ini sebagai langkah awal untuk masuk ke suasana pertandingan sebelum bertemu lawan yang sepadan," sebut Nova.

Baca juga: Fokus cetak rekor dunia, Kaylee McKeown tinggalkan 200m gaya ganti

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Leani/Khalimatus akhiri puasa emas Paralimpiade Indonesia 41 tahun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar