KLHK : Penerapan EPR perbesar kapasitas ekosistem ekonomi sirkular

KLHK : Penerapan EPR perbesar kapasitas ekosistem ekonomi sirkular

Tangkapan layar dari Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar (panel kanan) dalam diskusi virtual, Jakarta, Kamis (22/7/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Recycling industry sekarang tumbuh dengan pesat
Jakarta (ANTARA) - Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar menegaskan bahwa tanggung jawab produsen yang diperluas (extended producer responsibility/EPR) akan memperbesar kapasitas ekosistem ekonomi sirkular di Indonesia.

"Ini sudah bisa kita buktikan sekarang baik di industri hilirnya, recycling industry sekarang tumbuh dengan pesat kemudian juga di collecting system juga berkembang dengan pesat saat ini. Jadi kapasitasnya tambah besar," ujar Novrizal dalam diskusi virtual yang dipantau dari Jakarta, Kamis.

Selain itu, Novrizal menegaskan EPR akan menyuburkan iklim dari ekonomi sirkular. Hal itu terbukti dengan masuknya lembaga perbankan dalam ekosistemnya dengan banyak lembaga kini berkomitmen membiayai bisnis daur ulang.

EPR sendiri menjadi bagian dari usaha KLHK untuk mencapai target pengurangan sampah sebesar 30 persen dan peningkatan penanganan sampah sampai 70 persen.

KLHK telah menerbitkan Peraturan Menteri LHK Nomor 75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen dengan salah satunya mendorong penarikan kembali sampah kemasan oleh produsen.

Baca juga: KLHK jelaskan faktor pendukung perbesar ekosistem ekonomi sirkular

Baca juga: KLHK: Ekonomi sirkular dapat jadi solusi konkret persoalan sampah


Terkait potensi instrumen lain untuk mendukung EPR, Novrizal mengatakan ada beberapa faktor dalam industri daur ulang yang harus menjadi pertimbangan seperti peran aktor informal yang masih besar dalam rantai daur ulang di Indonesia terutama di sektor pengumpulan bahan mentah.

"Saat ini harus kita akui bahwa supply chain atau collecting system untuk industri daur ulang itu 80 sampai 84 persen itu teman-teman dari sektor informal," kata

Porsi itu jauh lebih besar dibandingkan dengan bank sampah, tempat pengelolaan sampah reduce reuse recyle (TPS3R) serta kelompok kewirausahaan sosial.

Faktor tersebut berpengaruh dalam ekosistem pengolahan sampah dan daur ulang di Indonesia dan berbagai instrumen serta kebijakan yang dibuat untuk mendorong ekonomi sirkular.

Baca juga: KLHK: Peta jalan pengurangan sampah penting untuk ekonomi sirkular

Baca juga: KLHK mantapkan Pedoman "net sink" karbon sektor hutan dan lahan 2030

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kementerian LHK intensifkan penanganan sampah medis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar