Olimpiade

CAS kuatkan skorsing, Lebogang Shange gagal tampil di Olimpiade Tokyo

CAS kuatkan skorsing, Lebogang Shange gagal tampil di Olimpiade Tokyo

Arsip foto - Lebogang Shange dari Afrika Selatan saat The Men's 3000m walk pada hari pertama Muller Anniversary Games di The Queen Elizabeth Stadium, London. ANTARA/John Walton/PA Wire/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pelari Afrika Selatan Lebogang Shange tidak akan bertanding pada Olimpiade Tokyo setelah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Jumat, menguatkan putusan skorsing empat tahun karena doping.

Pada 2019, Shange dinyatakan positif menggunakan obat terlarang, yakni trenbolone steroid anabolik. Obat tersebut digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan otot dan dampaknya skorsing empat tahun.

Pemegang rekor nasional berusia 30 tahun pada nomor lebih dari 20km itu pun mengajukan banding, sehingga memungkinkan dia pada Juni tahun ini untuk bersaing dan mengamankan kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Namun, larangan tersebut dikuatkan oleh CAS, dengan masa berlaku dari Desember 2019 hingga 21 Juni 2023.

Baca juga: Usain Bolt percaya diri rekornya tak akan patah di Olimpiade Tokyo 

Baca juga: Sifan Hassan bersiap dominasi tiga nomor lari Olimpiade Tokyo 


Hasil yang diraih oleh Shange, yakni finis ke-44 pada lari 20km di Olimpiade Rio 2016 dan keempat di kejuaraan dunia 2017, mulai 4 November 2019 dibatalkan.

Rekan satu tim Lebogang Shange dari Afrika Selatan, yaitu sprinter Carina Horn yang merupakan pemegang rekor nasional 100m juga menunggu sidang disiplin untuk melihat apakah dia bisa bersaing di Olimpiade Tokyo, demikian laporan Reuters. 

Baca juga: Positif gunakan ganja, sprinter AS Richardson bisa gagal ke Olimpiade 
Baca juga: Karsten Warholm patahkan rekor dunia lari gawang 400 meter 
Baca juga: Pelari AS Allyson Felix lolos ke Olimpiade untuk kelima kalinya 


Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Rr. Cornea Khairany
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KONI: PON XX Papua berkaca pada Olimpiade Tokyo 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar