Pefindo: "Holding" ultramikro perkuat ekosistem usaha

Pefindo: "Holding" ultramikro perkuat ekosistem usaha

Perajin menyelesaikan pembuatan pot tanaman hias di Pondok Aren, Tangerang, Banten, Kamis (22/7/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

'Holding' BUMN UMi sangat menguntungkan tak hanya bagi pelaku UMKM yang sudah eksis, namun juga bermanfaat bagi pelaku usaha rintisan
Jakarta (ANTARA) - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai pembentukan induk usaha (holding) BUMN ultramikro (UMi) akan memperkuat ekosistem usaha baik ultramikro maupun UMKM.

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito mengatakan PT PNM dan PT Pegadaian sebagai anggota holding akan mendapatkan akses pendanaan dan permodalan yang lebih leluasa melalui sokongan dari PT BRI sebagai induk.

"Dengan demikian PNM dan Pegadaian diharapkan juga akan mampu meningkatkan ekspansi usahanya dalam memberikan pembiayaan yang terjangkau kepada masyarakat khususnya di segmen ultramikro," ujarnya di Jakarta, Jumat.

Terkait aksi korporasi rights issue, Danan menilai hal tersebut memang sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan BRI sebagai induk yang membawahi PNM dan Pegadaian.

Dia menyebut nantinya pemerintah akan melakukan setoran modal nontunai dengan cara mengalihkan kepemilikan saham atas PNM dan Pegadaian ke BRI.

"Jadi dengan rights issue ini, pemerintah akan tetap dapat menjaga porsi kepemilikannya di BRI melalui setoran modal nontunai. BRI juga tetap dapat setoran modal dari pemegang saham lainnya," katanya.

Selain PP No 73 Tahun 2021, rights issue BRI juga didasarkan pada ketentuan Keputusan Menteri Keuangan No.282/KMK.06/2021 tentang Penetapan Nilai Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perseroan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk dan POJK No.32/POJK.04/2015 sebagaimana diubah dengan POJK No. 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas POJK No.32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perseroan Terbuka dengan Memberikan HMETD, dan ketentuan terkait lainnya.

Sementara itu, dalam keterangan terpisah, ekonom Universitas Indonesia Bramantyo Bontas yang akrab disapa Bram mengatakan holding BUMN UMi sangat menguntungkan tak hanya bagi pelaku UMKM yang sudah eksis, namun juga bermanfaat bagi pelaku usaha rintisan.

"Karena tak sekadar modal saja, tapi memang ada pendampingan yang konkret dari pemerintah,"  tuturnya.

Dia mengartikan proses pendampingan tersebut sebagai transfer of knowledge, sehingga usaha rintisan akan tumbuh berkembang dan mengalami peningkatan kompetensi.

Hal tersebut, lanjutnya, merupakan adalah salah satu keunggulan kehadiran holding BUMN UMi, pemerintah melalui badan usahanya hadir memberikan pemberdayaan terhadap usaha kecil yang selama ini banyak terkendala masalah permodalan.

"Artinya, (holding BUMN UMi) solusi untuk meningkatkan akses permodalan usaha. Sehingga progres startup-nya terus tumbuh karena kompetensinya meningkat," ujarnya.

Terkait BRI yang menjadi induk, Bram menyebut secara kapasitas dan kapabilitas bank pelat merah tersebut sangat tepat. Jaringan BRI merupakan paling besar dan luas sehingga dapat menyasar nasabah hingga ke pelosok negeri.

"Untuk segmen mikro, tentu BRI jagonya ya. Saya pikir sudah sesuai, on the track," tutur Bram.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pembentukan ekosistem usaha ultramikro melalui holding akan menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para pengusaha di segmen tersebut.

"Pembentukan holding ultramikro ini juga tidak hanya dapat memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perseroan (BRI), Pegadaian, maupun PNM. Namun, juga bagi pelaku usaha yang termasuk dalam segmen ini," ujarnya.

Dalam kaitan sinergi ekosistem UMi, nantinya ketiga entitas akan menawarkan pilihan produk keuangan yang lebih lengkap, menyiapkan beberapa titik co-location serta pemanfaatan yang lebih optimal yakni jaringan Agen BRILink sebagai channel ketiga entitas holding.

Selain itu, juga integrasi data untuk efisiensi bisnis, termasuk dalam konteks penyaluran program bantuan sosial.

Hingga kuartal I 2021, BRI mencatat sekitar 458.358 Agen BRILink yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Dengan jumlah tersebut, target transaksi dari para laku pandai BRI itu mencapai Rp1.000 triliun pada tahun ini.

Baca juga: Menkeu: PP Holding Ultra Mikro tunggu tanda tangan Presiden Jokowi
Baca juga: Pengamat: Pemerintah tetap pengendali di "holding" BUMN ultramikro
Baca juga: Anggota DPR: Sinergi BUMN ultramikro bantu percepat pemulihan ekonomi


Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemerintah alihkan saham Pegadaian dan PNM ke BRI

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar