Puluhan rumah dan fasilitas umum di Sumut rusak diterjang angin

Puluhan rumah dan fasilitas umum di Sumut rusak diterjang angin

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, mengakibatkan sedikitnya 52 rumah warga dan sejumlah fasilitas tempat umum rusak.  (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, mengakibatkan sedikitnya 52 rumah warga setempat dan sejumlah fasilitas tempat umum rusak.
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sergai Henry Suharto dikonfirmasi di Medan, Jumat, mengatakan bahwa peristiwa hujan disertai angin kencang itu terjadi pada Kamis (23/7).
 
"Itu ada di Kecamatan Tebing Tinggi, Kecamatan Sipispis, Kecamatan Serbajadi, Kecamatan Dolok Masihul, dan Kecamatan Pegajahan," katanya.
 
Ia merinci jumlah rumah rusak di Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di Desa Kutabaru terdapat empat rumah dan satu unit bangunan sekolah dasar.

Baca juga: BBMKG Medan minta warga waspadai angin panas dan kering di Sumut

Baca juga: BMKG: Waspadai hujan disertai angin kencang di pegunungan di Sumut
 
Kemudian di Kecamatan Sipispis terdapat 21 rumah dan fasilitas umum satu unit puskesmas dan gardu wakaf.
 
Selanjutnya di Kecamatan Serbajadi terdapat dua rumah. Kecamatan Pegajahan satu rumah dan di Kecamatan Dolok Masihul sebanyak 24 rumah rusak.
 
Ia menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara para pemilik rumah saat ini sedang mengungsi ke rumah saudara dan jiran tetangga.
 
Pihaknya juga telah membuat dapur umum untuk warga yang rumahnya dilanda bencana.
 
"Kita buat dapur umum bagi warga korban musibah, melakukan pemanfaatan fasilitator desa dan posko. Kita juga terus melakukan survei dan pendataan para warga yang terkena musibah ini," katanya.*

Baca juga: BMKG: Waspadai hujan disertai angin kencang di Sumatera Utara

Baca juga: BBMKG: waspadai belokan angin jelang Ramadhan di Sumut

Pewarta: Nur Aprilliana Br. Sitorus
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Gelombang tinggi di Aceh, nelayan tak bisa melaut

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar