Kematian COVID-19 di Jember pecahkan rekor capai 57 kasus sehari

Kematian COVID-19 di Jember pecahkan rekor capai 57 kasus sehari

Arsip foto - Relawan BPBD Jember membawa peti jenazah ke tempat pemakaman umum (TPU) dengan protokol kesehatan. ANTARA/HO-BPBD Jember.

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Kematian pasien COVID-19 di Kabupaten Jember pada 23 Juli 2021 memecahkan rekor selama pandemi yakni mencapai 57 kasus dalam sehari dan jumlah itu tertinggi di Jawa Timur pada hari tersebut.

"Memang benar jumlah kasus kematian COVID-19 pada Jumat (23/7) tercatat sebanyak 57 kasus dan merupakan tertinggi selama pandemi di Jember," kata Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Jember dr Alfi Yudisianto saat dikonfirmasi per telepon di Jember, Sabtu.

Baca juga: Kasus meninggal akibat COVID-19 di Sultra bertambah 9 jadi 303 orang

Berdasarkan data Satgas pada 23 Juli 2021 tercatat penambahan warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 194 orang, penambahan pasien sembuh sebanyak 34 orang, dan meninggal dunia bertambah sebanyak 57 orang.

Kemudian pada 24 Juli 2021 tercatat penambahan warga yang positif COVID-19 sebanyak 176 orang, pasien sembuh bertambah sebanyak 102 orang, dan meninggal dunia bertambah 28 orang.

Baca juga: Kasus sembuh COVID-19 bertambah 38.988 orang, meninggal 1.566 orang

"Untuk menekan kasus kematian pasien COVID-19, Satgas akan memusatkan fasilitas isolasi mandiri di salah satu hotel di Jember untuk memudahkan pemantauan kesehatan mereka yang terkonfirmasi positif," tuturnya.

Meningkatnya kasus kematian COVID-19 di Jember tidak hanya dari pasien yang kondisinya parah saat menjalani perawatan isolasi di rumah sakit, namun salah satunya dari warga yang melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: Relaksasi dilakukan 26 Juli jika ada perbaikan penanganan COVID

Seperti yang dialami oleh mantan anggota DPRD Jember Sanusi Muchtar Fadilah yang meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri di rumahnya dan jenazahnya baru diketahui setelah tetangganya yang mengantar makanan mendobrak pintu rumahnya.

"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan isolasi mandiri tetap harus melapor kepada petugas kesehatan di Puskesmas agar bisa terpantau kondisi kesehatannya, namun tidak jarang warga yang isolasi mandiri tidak memberitahu petugas, sehingga tidak bisa dipantau," katanya.

Berdasarkan data Satgas tercatat kasus kematian COVID-19 mengalami peningkatan selama sepekan terakhir yang jumlahnya mencapai belasan hingga puluhan setiap harinya dengan jumlah tertinggi mencapai 57 kasus kematian dalam sehari.

Pada Jumat (23/7) peta sebaran COVID-19 yakni dari 31 kecamatan di Jember tercatat 30 kecamatan zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus corona dan hanya satu kecamatan zona oranye atau risiko sedang yakni di Kecamatan Jombang.
 

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar