Kemen PPPA ajak masyarakat ramaikan diskusi Hari Anak Nasional

Kemen PPPA ajak masyarakat ramaikan diskusi Hari Anak Nasional

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi yang biasa disapa Kak Seto, saat menjadi narasumber dalam diskusi memperingati hari anak nasional yang diselenggarakan Kemen PPPA. ANTARA/HO-Kemen PPPA.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak masyarakat untuk meramaikan diskusi tentang peran keluarga dan pendidikan anak di masa pandemi COVID-19 dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional.

"Acara ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar bagi masyarakat Indonesia untuk lebih memahami praktik baik pembangunan keluarga demi mendukung kesejahteraan anak dan perempuan Indonesia," ujar Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Keluarga Kementerian PPPA Priyadi Santosa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Diskusi ini telah berjalan sejak 21 Juli dan akan berlangsung hingga 30 Juli. Sejumlah narasumber turut meramaikan kegiatan ini seperti pendiri Sekolah Cikal, Najeela Shihab, kemudian Kak Seto, Gustika Jusuf-Hatta, Tunggal Pawestri, Sakdiyah Ma’ruf, Margianta Surahman, Andreas Harsono, dan sejumlah narasumber lainnya.

Acara ini juga sebagai rangkaian Festival Keluarga Responsif Gender dan Responsif Hak Anak bertajuk "Nanti Kita Cerita Tentang Perempuan dan Anak (NKCTPA)" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca juga: Menteri PPPA: Pemberdayaan perempuan tekan kekerasan dan eksploitasi

Baca juga: Pandemi COVID-19 tidak jadi penghambat anak untuk berkarya


Menurut Priyadi, diskusi tersebut merupakan salah satu bentuk upaya mempromosikan nilai keluarga yang responsif gender dan responsif hak anak, utamanya di masa pandemi COVID-19.

"Serta mampu mempromosikan nilai-nilai keluarga yang berlandaskan kesetaraan gender dan hak anak ke berbagai pihak baik pemerintah pusat, pemerintah daerah,dunia usaha, lembaga masyarakat, hingga sampai kepada keluarga-keluarga meskipun dihadapkan dengan berbagai permasalahan serius terutama di masa pandemi COVID-19 ini," kata dia.

Kementerian PPPA, kata dia, mendorong dukungan dari berbagai pihak terhadap pemenuhan hak anak, perlindungan anak, dan penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

"Acara ini diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif tentang perlindungan anak serta pemberdayaan perempuan di level keluarga," kata dia.

Seluruh rangkaian acara tersebut terbuka untuk publik dan dapat disaksikan pada laman instagram resmi @NKCTPA serta di kanal Youtube Kemen PPPA. Publik dapat mendaftar dan berdiskusi bersama melalui tautan resmi yang disediakan.

Baca juga: 1.020 anak terima remisi pada peringatan Hari Anak Nasional

Baca juga: Momen HAN 2021, Menteri Bintang ajak masyarakat jamin penuhi hak anak

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Peringatan Hari Anak, 857 anak dapat remisi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar