Polri salurkan 723.773 paket sembako dan 3.863 ton beras selama PPKM

Polri salurkan 723.773 paket sembako dan 3.863 ton beras selama PPKM

Kapolri Jenderal Pol LIstyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyalurkan sembako kepada masyarakat di Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/7/2021). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri.

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyalurkan 723.773 paket sembako dan 3.863 ton beras selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga PPKM Level 1-4.

"Selama periode 3 Juli sampai dengan 23 Juli 2021, Polri telah mendistribusikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 di 34 wilayah Polda sebanyak 723.773 paket sembako dan 3.863.300 kilogram (3.863,3 ton) beras," kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Sigit menjelaskan, jajarannya telah melakukan pemetaan di lapangan dan memastikan bantuan sosial dari pemerintah diberikan kepada masyarakat yang perekonomiannya terdampak pandemi COVID-19 dengan diberlakukannya PPKM.

Ia pun menginstruksikan jajarannya bergerak aktif menyalurkan bansos dengan cara jemput bola.

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan, kata Sigit, adalah melaksanakan patroli skala besar pembagian bansos kepada masyarakat di seluruh Polda bersama dengan TNI dan pihak terkait lainnya, pada Jumat (23/7) malam.

Mantan Kapolda Banten ini menegaskan, patroli skala besar pembagian bansos, bertujuan untuk membantu serta meringankan beban masyarakat di tengah pemberlakuan PPKM Level 4 saat ini.

Baca juga: Kapolri salurkan bansos ke wilayah pinggiran Jakarta
Baca juga: Kapolri instruksikan penyaluran bansos PPKM Level 4 dipercepat
Baca juga: Kapolri pastikan penyaluran bansos PPKM darurat berjalan seluruh polda


"Seluruh Polda jajaran bersama TNI dan stakeholders lainnya, akan terus bergerak melakukan pembagian bansos kepada masyarakat," ujarnya.

Jenderal bintang empat ini juga menekankan, bahwa TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan lainnya akan bergandengan tangan dalam penanganan pandemi COVID-19, menekan laju penularannya melalui vaksinasi massal, penguatan PPKM Mikro hingga penyaluran bansos.

Untuk itu, Sigit berharap masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, sebagai salah satu upaya menekan kasus aktif COVID-19.

"Semua ini kami lakukan demi keselamatan masyarakat bersama. Tentunya menjadi harapan semua masyarakat pertumbuhan COVID-19 cepat turun, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan adaptasi baru," ujar Sigit.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 melaporkan kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 pada Sabtu hingga pukul 12.00 WIB bertambah sebanyak 45.416 sehingga secara akumulasi mencapai 3.127.826.

Berdasarkan data lajuan harian, angka kematian bertambah 1.415 jiwa, maka akumulasi sejak pertama kali COVID-19 diumumkan di Indonesia, kini sudah mencapai 82.013 kasus.

Kemudian angka kesembuhan bertambah 39.767 jiwa dan secara total hingga Sabtu mencapai 2.471.678 jiwa.

Adapun masa PPKM Level 4 ditetapkan oleh pemerintah dari tanggal 21 Juli sampai dengan 25 Juli 2021.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Pagi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar